Categories: Dumai

PKK Harus Berperan Aktif Ikuti Transformasi

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Para peserta dari Tim Penggerak (TP) PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan yang didampingi oleh masing-masing anggotanya serta unsur kesehatan mengikuti sosialisasi integrasi layanan primer dan Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Berkaitan dengan itu, semua TP PKK kecamatan maupun kelurahan diminta harus berperan aktif mengikuti transformasi.

”Melalui sosialisasi ini diimbau kepada seluruh ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan agar berperan aktif dalam membina posyandu dan ikut mengambil peran dalam transformasi,” kata Ketua TP PKK Kota Dumai Hj Leni Ramaini SKM saat membuka sosialisasi integrasi layanan primer ILP dan e-PPGBM tingkat kecamatan tahun 2024 di Gedung Sri Bunga Tanjung, kemarin.

Tujuan dari e-PPGBM, tambah Leni, untuk memperoleh data atau informasi status gizi individu baik balita maupun ibu hamil secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan. Sehingga dapat untuk dirunuskan penyusunan perencanaan dan perumusan kebijakan gizi.

Sedangkan manfaat e-PPGM, lanjut Leni, yakni memperoleh data sasaran individu by name by address. Kemudian dapat mendeteksi dini pertumbuhan balita. Serta mengetahui status gizi individu secara cepat dan akurat. Kemudian dapat mengetahui capaian kinerja program gizi seperti pemberian suplementasi gizi dan mengetahui informasi determinan masalah gizi.

Layanan primer dan sosialisasi e-PPGBM tingkat kecamatan tahun 2024 ini, lanjut Leni, merupakan program kementrian kesehatan yang ditujukan kepada ibu hamil, ibu nifas, bayi baru lahir, balita, anak sekolah, remaja usia produktif dan lansia.

”Untuk itulah, melalui kegiatan ini, saya mengimbau kepada seluruh ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan agar berperan aktif dan ikut mengambil peran dalam transformasi. Sehingga tujuan pembangunan kesehatan akan terlaksana secara maksimal,” kata Leni.

Dimana, lanjut Leni, dengan semakin meningkatnya SDM dalam penguatan pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat dapat selaras yang dilakukan kepada masyarakat yang bermasalah gizi. ”Semoga semua upaya yang kita lakukan dapat merealisasikan indikator standar pelayanan minimal di bidang kesehatan,” kata Leni.(sah)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

22 jam ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

3 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

3 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

4 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

4 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

4 hari ago