Categories: Metropolis

Beli Elpiji 3 Kg Bakal Pakai QR Code

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam waktu dekat PT Pertamina akan menerapkan aturan baru dalam proses pembelian elpiji subsidi tabung ukuran tiga kilogram. Di mana, masyarakat yang akan membeli gas melon harus menggunakan scan Quick Response (QR) code.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Rabu (20/3). Ia mengatakan, sesuai informasi yang diberikan dari Pertamina, setiap  pembeli gas melon harus menggunakan QR code di aplikasi khusus seperti MyPertamina. Ini dilakukan agar pembeli elpiji 3 kilogram tersebut dapat dipantau lebih jelas peruntukannya.

Menurutnya, rencana ini bertujuan agar penyaluran elpiji subsidi tepat sasaran sehingga dapat mencegah terjadinya permainan harga saat membeli gas melon tersebut di lapangan.

Apalagi saat ini  pengelola pangkalan gas di Kota Pekanbaru diharuskan menjual gas melon sesuai gas subsidi ini sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 18.000 per tabung. Namun kenyataannya masih banyak

oknum pangkalan yang dengan sengaja menjual elpiji subsidi ini Rp22.000 per tabung, bahkan lebih kepada masyarakat. Sehingga pihaknya tidak segan-segan untuk memberikan tindakan tegas agar bisa memberi efek jera kepada para oknum pangkalan yang kedapatan menjual gas elpiji diluar ketentuan tersebut.

”Sebenarnya langkah ini (QR code, red) sangat bagus untuk menghindari terjadinya kecurangan. Karena banyak yang menjual di atas HET. Kan sudah tidak benar itu. Maka lewat aplikasi itu diketahui siapa yang membeli dan penjualannya kemana saja,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya bersama instansi terkait akan segera melakukan pengawasan bersama untuk alur distribusi gas elpiji tiga kilogram di Kota Pekanbaru serta mengawasi para agen pangakalan gas yang tidak mengikuti aturan yang telah ditentukan.

Mengingat saat ini ada sekitar 1.300 lebih pangkalan gas di Kota Pekanbaru yang tidak sepenuhnya bisa dilakukan pengawasannya oleh Disperindag Kota Pekanbaru tanpa bantuan dari masyarakat dan instansi terkait lainnya.

Namun jika memang masyarakat mendapatkan informasi adanya kecurangan dalam penjualan harga elpiji subsidi di lapangan bisa langsung memberikan informasi kepada Disperindag Kota Pekanbaru melalui sosial media, untuk kemudian ditindaklanjuti.

”Tentu semua pihak mesti ikut melakukan pengawasan terhadap distribusi elpiji subsidi ini. Sanksi tegas juga menanti bagi pangkalan maupun agen yang nakal ini, karena dengan keterbatasan personel yang kami miliki tidak mungkin kami melakukan pengawasan sendiri, maka kami ajak semua pihak bekerja sama dalam mengawasi,” tuturnya.(yls)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavato Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

57 menit ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

1 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

21 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

22 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

22 jam ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

22 jam ago