Petugas BBPOM memberikan informasi dan edukasi ke pedagang terkait keamanan pangan saat melakukan pengujian pangan di Pasar Ramadan di Pasar Bawah, Pekanbaru, Selasa (11/3/2025).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Untuk memastikan apakah makanan, minuman atau takjil yang dijual di pasar-pasar takjil atau di pasar Ramadan aman untuk dikonsumsi, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru melakukan uji sampling. Hasilnya, tidak ada yang mengandung bahan berbahaya atau dengan kata lain semuanya memenuhi syarat untuk dikonsumsi.
Sampling yang diambil salah satunya ke pedagang takjil yang berjualan pasar bawah, Selasa (11/3) kemarin. Sampling yang diambil langsung di test speed atau tes cepat. Uji sampling langsung dengan menggunakan mobil labor keliling.
Kepala BBPOM di Pekanbaru Alex Sander mengatakan, ada 15 sampel makanan /minuman yang diuji langsung di tempat, dalam mobil Laboratorium Keliling yang berada di area pasar takjil Pasar Bawah Pekanbaru.
”Kita menguji terhadap 15 sampel pangan dengan menggunakan rapid test kit. Sampel yang kita uji diantaranya ada tahu goreng, mi goreng, tahu isi, piscok, tempe goreng, mie kuning basah, dan es buah. Hasilnya, tidak ada yang mengandung bahan berbahaya atau dengan kata lain semuanya memenuhi syarat untuk dikonsumsi,” ujar Alex Sander, Rabu (12/3).
Wako Ikut Sidak
Sementara itu, Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho bersama BPPOM ikut melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah penjual jajanan takjil di bulan suci Ramadan, Selasa (11/3).
”Kita coba survei ada penjual gorengan, ada lain lain semua yang dicek tadi. Dan banyak ketemu sama masyarakat dan kita ingin memastikan keamanan makan masyarakat. Ini betul-betul aman bebas dari yang namanya zat berbahaya,” ujar Wako.
Ia mengimbau pelaku UMKM atau penjual takjil agar memperhatikan keamanan produknya. Aman dari bahan berbahaya tidak mengandung pengawet dan perwarna tekstil dan lainnya.
”Harus mementingkan kualitas. Dan ingat bahwa pemerintah kota bekerja sama dengan BPPOM itu akan mengecek makanan yang bapak, ibu jual. Jadi jangan hanya mengejar terkait kemurahannya, tapi bahannya yang baik,” kata Wako.(dof/ilo)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…