Categories: Lingkungan

Sampah Diolah Bisa Penuhi Kebutuhan Gas Masyarakat

Sampah tidak selamanya harus menjadi masalah. Sampah juga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan. Selain bisa dijadikan kompos, sampah juga berpotensi menjadi solusi memenuhi kebutuhan gas bagi rumah tangga.

RIAUPOS.CO – Gas yang dimaksud ialah gas metan atau gas metana yang dalam bahasa Inggris methane gas yang memiliki unsur kimia CH4,  bersumber dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Sedangkan potensi gas metan yang bisa diubah menjadi energi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pengganti gas elpiji ini sangat besar.

Selama ini, sampah itu, tidak hanya menimbulkan masalah, namun sampah juga sumber penyakit. Sekarang, sampah dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan. Dan hal ini yang akan dimanfaatkan oleh Pemkab Pelalawan untuk sampah menjadi solusi memenuhi kebutuhan gas bagi rumah tangga khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pelalawan, Eko Novitra MSi kepada Riau Pos, Jumat (10/5) kemarin via selulernya. Menegaskan, tahun 2025 mendatang, Pemkab Pelalawan melalui DLHK Kabupaten Pelalawan akan memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari sampah untuk rumah tangga pengganti gas elpiji (LPG).

“Ya, saat ini kita masih melakukan tahap uji coba pemanfaatan sampah untuk memenuhi kebutuhan gas bagi rumah tangga. Dan insya Allah di tahun 2025, kita akan melakukan pemasangan pipa dan gas metana dari sampah ini untuk dialiri ke rumah-rumah warga setempat. Dan alhamdulillah, saat ini payung hukumnya yakni Perda pengelolaan sampah yang telah diajukan Pemkab Pelalawan, telah disahkan oleh pihak DPRD Pelalawan,” terangnya.

Eko Novitra

Diungkapkan mantan Sekretatis Dishutbun Kabupaten Pelalawan ini, bahwa gas metan atau gas metana yang dalam bahasa Inggris Methane gas yang memiliki unsur kimia CH4,  bersumber dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang berada di Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras.

Sedangkan potensi gas metan yang bisa diubah menjadi energi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pengganti gas elpiji ini sangat besar. Apalagi di TPA Desa Kemang yang memiliki luas 6 hektare, memiliki jumlah sampah 70 ton perhari.

Dan saat ini lahan TPA 6 hektare yang dibangun sejak 2002 lalu itu masih belum terpakai semuanya. Masih banyak ruang kosong, kendati memang tetap harus dilakukan perluasan nantinya.

‘’Namun yang jelas untuk mengolah sampah menjadi kompos sudah dilakukan dan selanjutnya menjadi gas metan pada tahun 2025 akan kita maksimalkan,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan sampah dari produksi rumah tangga tersebut dilakukan pemilahan antara yang organik dan anorganik.

Ditambahkan mantan Kabid Amdal DLH Kabupaten Pelalawan ini, bahwa jika nantinya program ini terealisasi, maka tentunya dapat dipastikan pula akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gas untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Selain itu, tentunya hal ini juga akan menambah PAD kabupaten Pelalawan serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

‘’Untuk itu, kita berharap pemasangan pipa dan gas metana dari sampah ini nantinya dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya kendala. Dengan demikian, maka masyarakat di Negeri Seiya Sekata ini nantinya tidak perlu lagi kesusahan mendapatkan gas karena gas ini akan kita distribusikan untuk membantu masyarakat,” tuturnya.

Untuk diketahui gas metana adalah gas tanpa bau, tanpa warna, dan bersifat mudah terbakar. Senyawa ini terdiri dari satu atom karbon dan empat atom hidrogen. Ketika terbakar bersamaan dengan oksigen, maka metana akan menghasilkan karbondioksida dan uap air. Pembentukannya dapat berlangsung secara natural maupun sintetis.

Untuk itu ditegaskannya, jika program ini berhasil, dipastikan pula sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gas baik untuk memasak maupun lainnya.(gus)

Laporan Muhammad Amin, Pangkalankerinci

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Penuh Tawa dan Energi, Roadshow Kopi Good Day Hibur Siswa SMKN 4 Pekanbaru

Roadshow Kopi Good Day Goes to School hadir di SMKN 4 Pekanbaru, menghadirkan hiburan, kreativitas,…

16 jam ago

PKL Jualan Lewat Jam 01.00 WIB di Rohul Siap-siap Ditertibkan

Satpol PP Rohul mengingatkan PKL agar tidak berjualan melewati pukul 01.00 WIB. Pelanggar jam operasional…

17 jam ago

Pencurian Sawit dan Narkoba Dominasi Perkara di PN Bangkinang

Kasus pencurian sawit dan narkoba mendominasi perkara di PN Bangkinang. Dari 3.532 perkara masuk, sebagian…

17 jam ago

Jalan Langgam–Lubuk Ogung Rusak Parah, Truk Bertonase Berat Disorot

Jalan Langgam–Lubuk Ogung rusak parah akibat truk bertonase berat. Warga desak perbaikan dan penindakan tegas…

17 jam ago

Efisiensi Anggaran, Ratusan Mahasiswa PKH Siak Alami Tunda Bayar

Sebanyak 667 mahasiswa PKH di Siak terdampak tunda bayar UKT dan biaya hidup akibat efisiensi…

18 jam ago

Investasi Meranti Melonjak, Pemprov Riau Pasang Target Rp1,5 Triliun

Realisasi investasi Meranti 2025 mencatat rekor tertinggi dalam 10 tahun. Atas capaian itu, Pemprov Riau…

18 jam ago