Categories: Hukum Kriminal

Pemuda di Seberida Diduga Cabuli Dua Anak di Bawah Umur, Korban Saudara Kandung

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Aksi keji yang dilakukan seorang pria berusia 23 tahun berinisial SA asal Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, terbongkar. Pelaku yang diketahui berprofesi sebagai wiraswasta ini didakwa telah melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap dua orang anak di bawah umur, yakni seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dan seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang merupakan kakak beradik.

Hal itu terungkap setelah nenek dari kedua anak tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Seberida. Menurut Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI melalui Humas Aiptu Misran SH, kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat, (16/05/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Seberida, pada Jumat (16/5/2025) sekira pukul 16.00 WIB,” ujar Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI melalui Kasi Humas, Aiptu Misran SH, Selasa (20/5/2025).

Atas laporan tersebut, Polsek Seberida langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka yang saat ini tengah menjalani proses hukum. Kasus ini terungkap saat sang nenek yang saat itu berada di Pekanbaru menerima telepon dari salah seorang anggota keluarga di Belilas, Seberida, yang meminta agar segera pulang ke rumah untuk membicarakan sesuatu yang penting.

Setibanya di rumah, sang nenek pun mengetahui kejadian menyedihkan yang dialami cucunya. “Cucu laki-lakinya menyampaikan bahwa dirinya menjadi korban perbuatan asusila (sodomi) oleh SA. Sementara cucu perempuannya juga mengaku mengalami perlakuan yang sama dan disetubuhi pada bulan Maret 2025 lalu, di lokasi yang sama,” ungkapnya.

Merasa khawatir dengan kejadian tersebut, sang nenek langsung bertindak dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Seberida untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Barang bukti yang diamankan yakni pakaian milik korban yang digunakan saat kejadian. Polisi juga telah memeriksa lokasi kejadian serta meminta visum dari pihak medis untuk memperkuat laporan,” tambahnya.

Kepolisian menjerat SA dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, yang mengatur sanksi tegas bagi pelaku kejahatan terhadap anak di bawah umur.

“Penanganan kasus ini kami lakukan dengan penuh kehati-hatian dan mengedepankan prinsip perlindungan anak. Korban juga telah mendapatkan pendampingan dari keluarga dan akan kami arahkan ke layanan psikologis,” tambah Aiptu Misran.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” terangnya.(kas)

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

3 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

3 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

3 jam ago