Categories: Hukum Kriminal

Di Depan Toko Baju, Belakang Gudang Sabu

(RIAUPOS.CO) – TIM Opsnal Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru kembali menggagalkan peredaran narkotika di Kota Pekanbaru. Dalam ekspos Jumat (17/6) Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi menjelaskan, anggotanya telah mengamankan pasangan suami istri (pasutri) yang diduga bekerja sebagai pengedar narkoba.

Pasutri tersebut ialah CPP (21) dan NMA (21) yang diamnakn di Jalan Karya, Kecamatan Bukit Raya.

‘’Dari mereka kami berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 1 kg, happy five sebanyak 3.202 butir dan Pil ekstasi sebanyak 3.951 butur,” ujar Kapolresta Pekanbaru.

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat bahwa ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan pasutri ini di rumahnya. Mendapatkan informasi tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi yang didapat.

“Jadi, kedua suami istri ini berkamuflase dengan memiliki usaha toko baju di bagian depan rukonya, namun di balik jualan tersebut ada kamar dan di situlah tempat menyimpan narkoba yang diperjual-belikannya,” kata Pria Budi.

Berdasarkan pengakuan kedua pelaku, kata Pria Budi, mereka sudah melakoni bisnis barang haram selama dua tahun. Barang tersebut diedarkan di Pekanbaru. Tak puas sampai di situ, tim opsnal Satresnarkoba yang dipimpin Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru AKP Ryan Fajri, terus melakukan pengembangan.

Pengembangan yang dilakukan  membuahkan hasil dengan diamankannya satu orang pelaku lagi berinisial AA (27) dan didapatkan barang bukti 4,5 kilogram sabu dan 45.163 butir pil ekstasi.

“Setelah kami kembangkan, dilakukan penangkapan terhadap pelaku AA (27) di Jalan Melati, Kecamatan Tampan, Selasa (15/6). Dari tangan pelaku AA diamankan barang bukti sabu seberat 4,5 kilogram dan ekstasi 45.163 butir,” jelas Kapolresta.

Kapolresta Pekanbaru memastikan barang-barang haram ini berasal dari Malaysia dan para pelaku mengaku mendapatkan narkoba ini dari NB yang kini statusnya telah DPO.

Para pelaku dijerat pasal 114 Ayat 1 atau Pasal 112 Ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. Dan pasutri CPP dan NMA dijerat pula dengan pasal 60 dan 62 UU RI tentang psikotropika.(kun)

Laporan BAYU SAPUTRA, Pekanbaru

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Delapan Sekolah Siap Adu Gengsi di HSBL Siak Series 2026, Bupati Afni Dijadwalkan Hadir

HSBL Siak Series 2026 resmi bergulir di GOR Tualang. Delapan sekolah siap bersaing memperebutkan gelar…

9 menit ago

Sempat Lambaikan Tangan Minta Tolong, Pria Misterius Hilang Setelah Lompat ke Sungai Kampar

Pria tanpa identitas diduga melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Kampar. Sempat minta tolong, korban kemudian…

11 jam ago

Emas Hasil PETI Dilelang Kejari Kuansing, Total Berat Capai 124 Gram Lebih

Kejari Kuansing akan melelang 23 pentolan emas hasil kasus PETI yang telah inkrah. Total nilai…

16 jam ago

Zulhelmi Arifin Resmi Jabat Sekko Pekanbaru, Agung Nugroho: Harus Amanah

Zulhelmi Arifin resmi dilantik sebagai Sekko Pekanbaru. Wako Agung Nugroho berpesan agar pejabat baru amanah…

17 jam ago

Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur di Pekanbaru, Fitur Baru yang Bikin Berkendara Makin Aman

Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro resmi hadir di Pekanbaru dengan tampilan serba hitam dan tambahan…

17 jam ago

HSBL 2026 Masuk Seri Perawang, 8 Sekolah Siap Adu Gengsi di GOR Tualang

HSBL 2026 memasuki seri kelima di Perawang. Delapan sekolah siap bersaing dalam basket putra, putri,…

18 jam ago