donor-darah
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari sedang ada iven donor darah yang diselenggarakan pada akhir pekan. Nisa yang saat itu sedang lewat tiba-tiba merasa ingin donor darah, padahal ia belum pernah donor darah sebelumnya. Ia pun mendaftar dan mengantre untuk dicek apakah ia bisa mendonorkan darahnya atau tidak.
Tiba saatnya giliran Nisa untuk dicek. Namun, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) hanya tersenyum kepada Nisa, sebelum akhirnya menjelaskan kepadanya bahwa ia tidak bisa mendonorkan darahnya.
“Alamak, harusnya adek yang dapat donor,” katanya.
Petugas itu pun menjelaskan kepada Nisa, bahwa penting untuk memperhatikan kesehatan diri sendiri. Ia juga menjelaskan jika Nisa memiliki anemia, tak lupa ia memberikan saran-saran untuk Nisa agar bisa menjaga kesehatannya.(anf)
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.
Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.
Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu