Penasihat senior di Garda Revolusi Iran, Sayyed Razi Mousavi,./Tasnim News/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS
DAMASKUS (RIAUPOS.CO) – Lima orang tewas dalam serangan Israel ke ibu kota Syria, Damaskus, kemarin (20/1). Laporan Syrian Observatory for Human Rights menduga para korban merupakan sosok penting di Iran yang sedang menggelar pertemuan.
’’Sebuah rudal Israel menargetkan bangunan empat lantai, menewaskan lima orang, dan menghancurkan seluruh gedung yang sedang dipakai untuk pertemuan para pemimpin yang terkait dengan Iran,” sebut lembaga pemantau perang Syria yang bermarkas di Inggris itu dikutip dari AFP.
Area serangan dikenal sebagai wilayah dengan keamanan ketat mengingat merupakan tempat tinggal pimpinan Garda Revolusi Iran serta faksi Palestina pro-Iran.
’’Tentunya mereka menargetkan anggota senior,’’ ucap Direktur Syrian Observatory for Human Rights Rami Abdel Rahman.
Melansir SANA, serangan Israel menimbulkan asap tebal di langit Syria sejak pagi. Kantor berita Syria itu melaporkan bahwa serangan terjadi di Mazzeh. Wilayah tersebut juga merupakan tempat berkantor perwakilan PBB dan beberapa Kedubes asing. Sudah 10 tahun lebih perang Syria pecah. Israel meluncurkan ratusan serangan udara ke negara itu. Mereka menargetkan militer Syria dan pasukan pro-Iran.
Sejak perang Gaza pecah, Israel juga semakin intensif menyerang Syria. Hamas memiliki hubungan erat dengan kelompok sekutu Iran di Lebanon, Hizbullah.(han/c7/tia/jpg)
Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…
Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…
DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…
Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…
Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…