Categories: Internasional

Hizbullah Tingkatkan Serangan ke Israel

TEL AVIV (RIAUPOS.CO) – Suara sirene meraung di wilayah utara Israel, Sabtu (6/1). Itu terjadi setelah Hizbullah menembakkan puluhan roket dari Lebanon ke pangkalan militer Israel di utara. Serangan roket itu terjadi sehari setelah pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan kelompoknya harus membalas pembunuhan wakil pemimpin politik Hamas Saleh Al Arouri, Selasa (2/1) lalu.

Sayyed mengatakan bahwa jika Hizbullah tidak melakukan pembalasan maka seluruh Lebanon akan rentan terhadap serangan Israel. ’’Sebagai bagian dari respons awal terhadap kejahatan pembunuhan pemimpin besar Sheikh Saleh Al Arouri, perlawanan Islam (Hizbullah) menargetkan pangkalan kendali udara Meron dengan 62 rudal dari berbagai jenis,’’ bunyi pernyataan yang dirilis Hizbullah seperti dikutip Agence France-Presse.

Serangan Hizbullah tersebut berhasil menghantam 2 pos militer Israel. Israel membalas dengan melakukan serangan udara di wilayah selatan Lebanon. Salah satu bom menghantam pinggiran Desa Kouthariyeh al-Siyad dan memakan korban jiwa.

Serangan semacam ini jarang terjadi di wilayah Lebanon sejak konflik di perbatasan dimulai hampir tiga bulan lalu. Pasukan Israel juga menembaki daerah perbatasan lain termasuk Kota Khiam. Enam orang anggota Hizbullah tewas dalam serangan balik Israel.

Eskalasi lintas batas itu terjadi ketika Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell berkunjung ke Beirut, Lebanon. ’’Sangat penting untuk menghindari Lebanon terseret ke dalam konflik regional,’’ ujarnya.

Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga memulai tur diplomatiknya ke Timur Tengah dengan tujuan mencegah konflik meluas. Ini adalah lawatan ke Timur Tengah yang keempat sejak perang Israel-Hamas meletus.

Baik UE maupun AS ingin agar perang Israel-Hamas terkendali. Para pejabat AS khawatir bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mungkin melihat meluasnya konflik dan pertempuran di Lebanon sebagai kunci kelanjutan kiprah politiknya di tengah kritik dalam negeri. Dia dinilai gagal mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober lalu.

Israel telah memperjelas pandangannya bahwa baku tembak rutin antara pasukannya dan Hizbullah tidak dapat dipertahankan dan mungkin akan segera melancarkan operasi militer besar-besaran di Lebanon. ’’Kami lebih memilih jalan penyelesaian kesepakatan diplomatik tetapi kami semakin dekat dengan titik di mana keadaan akan berubah,’’ ujar Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada Jumat (5/1).

The Washington Post melaporkan bahwa AS telah memperingatkan Israel terhadap peningkatan eskalasi yang signifikan di Lebanon. Badan Intelijen Pertahanan (DIA) menemukan bahwa akan sulit bagi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk berhasil menang jika menyerang Lebanon dan Gaza sekaligus.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Cegah DBD dan Malaria, Rutan Rengat Lakukan Fogging Massal

Rutan Rengat lakukan fogging cegah DBD dan malaria. Pengasapan dilakukan menyeluruh demi menciptakan lingkungan sehat…

15 jam ago

Tambang Emas Ilegal Ditertibkan, 5 Rakit PETI Dibakar di Lokasi

Aparat gabungan Polsek dan Koramil musnahkan 5 rakit PETI di Kuantan Hilir. Penertiban dilakukan untuk…

16 jam ago

Tak Hujan Tapi Banjir, Jalan Pelita Pekanbaru Bikin Warga Resah

Jalan Pelita Pekanbaru tergenang meski tak hujan. Drainase tersumbat diduga jadi penyebab, warga minta solusi…

16 jam ago

Laporkan Sampah Menumpuk, Warga Ini Malah Dapat Reward dari Pemko Pekanbaru

Warga Pekanbaru dapat reward usai laporkan sampah menumpuk. Pemko dorong partisipasi publik wujudkan kota bersih…

16 jam ago

Kejar PAD Rp255 Miliar, Pemkab Kuansing Kerahkan PPPK Jadi Juru Pungut Pajak

Pemkab Kuansing sebar PPPK ke desa untuk genjot PAD Rp255 miliar, sekaligus dorong pajak, ekonomi,…

1 hari ago

Tingkatkan Literasi Siswa, Guru di Siak Wajib Kuasai Bahasa Indonesia dengan Baik

Disdik Siak tingkatkan literasi guru lewat PKBI, dorong penguasaan bahasa Indonesia demi meningkatkan kualitas belajar…

2 hari ago