Ruas Jalan Pelita terlihat menghitam akibat genangan banjir yang tak kunjung surut karena saluran drainase yang tidak berfungsi, Sabtu (25/4/2026). Prapti Dwi Lestari/Riau Pos
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)– Permasalahan drainase kembali menjadi keluhan warga di Kota Pekanbaru, kali ini terjadi di Jalan Pelita, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Binawidya, yang kerap tergenang air meski tidak diguyur hujan.
Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dinilai menghambat aktivitas masyarakat. Jalan itu menjadi akses penting bagi warga, terutama untuk menuju sekolah dan tempat kerja.
Berdasarkan pantauan, Sabtu (25/4), genangan air masih terlihat menutup sebagian badan jalan. Lubang yang cukup dalam di sepanjang ruas jalan tertutup air, sehingga berisiko membahayakan pengendara dan warga yang melintas di jalur alternatif tersebut.
Salah seorang warga setempat, Dinda Alia Fahira, mengatakan genangan air bahkan bisa mencapai setinggi mata kaki dan membentang hingga lebih dari 10 meter. Ia menyebut kondisi ini dipicu oleh drainase yang tidak berfungsi optimal akibat tersumbat.
“Meskipun sudah dua hari tidak hujan, air di jalan itu tetap tidak surut. Selokannya selalu penuh, kemungkinan tersumbat total,” ujarnya.(ayi)
Keluhan serupa disampaikan Khairy, pengendara sepeda motor yang kerap melintas di lokasi tersebut. Ia menilai genangan tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar.
Air yang menggenang tampak berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap seperti selokan. Kondisi ini paling dirasakan oleh warga yang tinggal di bagian depan jalan. Selain itu, permukaan jalan yang licin juga meningkatkan risiko kecelakaan.
“Beberapa bulan lalu ada warga yang terjatuh karena jalan licin. Kalau mobil lewat cepat, air kotor itu juga menyiprat ke pengguna jalan, termasuk saya saat berangkat ke kampus,” katanya.
Menurutnya, upaya gotong royong warga untuk membersihkan saluran drainase memang kerap dilakukan, namun hanya memberikan dampak sementara. Genangan air kembali muncul dalam waktu singkat. Ia menduga permasalahan konstruksi drainase atau limbah dari pembangunan perumahan di sekitar turut memperparah kondisi tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru melalui instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk mencari solusi permanen.
“Pemerintah harus melihat langsung kondisi di Jalan Pelita ini. Perlu ditentukan apakah drainasenya harus diperbaiki atau dikeruk menggunakan alat berat. Kami butuh penanganan yang benar-benar tuntas,” harapnya.
Rutan Rengat lakukan fogging cegah DBD dan malaria. Pengasapan dilakukan menyeluruh demi menciptakan lingkungan sehat…
Aparat gabungan Polsek dan Koramil musnahkan 5 rakit PETI di Kuantan Hilir. Penertiban dilakukan untuk…
Warga Pekanbaru dapat reward usai laporkan sampah menumpuk. Pemko dorong partisipasi publik wujudkan kota bersih…
Pemkab Kuansing sebar PPPK ke desa untuk genjot PAD Rp255 miliar, sekaligus dorong pajak, ekonomi,…
Disdik Siak tingkatkan literasi guru lewat PKBI, dorong penguasaan bahasa Indonesia demi meningkatkan kualitas belajar…
Pemkab Rohul usulkan percepatan jadwal penerbangan JCH ke Batam demi efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah…