Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romy Lesmana Dermawan (tengah), saat membuka kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Kabupaten Siak yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Riau di Siak Sriindrapura, Senin (20/4/2026). (BBPR UNTUK RIAUPOS.CO)
SIAK (RIAUPOS.CO) – Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi tenaga pendidik menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Siak. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus berdampak pada peningkatan kualitas literasi siswa di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Siak, Romy Lesmana Dermawan, menegaskan bahwa kemampuan literasi peserta didik tidak akan berkembang optimal jika para guru dan tenaga kependidikan belum memiliki pemahaman literasi yang memadai.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) bagi pendidik dan tenaga kependidikan, Senin (20/4/2026), di Gedung Wanita Dekranasda Siak Sri Inderapura. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari hingga Kamis (23/4) ini digelar oleh Tim Pembinaan dan Bahasa Hukum Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR).
Menurut Romy, kesadaran literasi harus dimulai dari para pendidik. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi salah satu kunci agar ilmu yang disampaikan kepada siswa dapat diterima dengan lebih efektif.
Sementara itu, Kepala BBPR, Dr Umi Kulsum, menjelaskan bahwa program PKBI merupakan bagian dari kegiatan pembinaan bahasa yang difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Ia juga mendorong para guru dan siswa untuk mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai tolok ukur kemampuan berbahasa.
Selain PKBI, pihaknya juga menjalankan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang telah berlangsung selama empat tahun dengan berbagai cabang perlombaan. Program tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya di Provinsi Riau.
Koordinator kegiatan, Adeliany Azfar, menyebutkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Kampar. Untuk pelaksanaan di Siak, PKBI diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan tingkat SD dan SMP dari berbagai kecamatan.
Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan, yang digunakan dalam proses pembelajaran, administrasi, serta interaksi di lingkungan sekolah.
Peserta juga didorong untuk menghasilkan karya tulis berupa artikel sederhana. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil tes awal dan tes akhir guna melihat peningkatan kemampuan peserta.
Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan oleh sejumlah narasumber. Hari pertama membahas ejaan oleh Adeliany Azfar, dilanjutkan materi bentuk dan pilihan kata oleh Riyan Nofardo Putra serta kalimat dan paragraf oleh Ahmad Nawari pada hari kedua. Hari ketiga diisi dengan pelatihan teknik penulisan artikel populer oleh Redaktur Pelaksana Riau Pos, Hary B Koriun.
Setelah menerima materi, peserta langsung mempraktikkan penulisan artikel dengan menerapkan kaidah bahasa yang telah dipelajari. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan, meskipun masih memerlukan latihan berkelanjutan agar semakin optimal. (ted)
Rutan Rengat lakukan fogging cegah DBD dan malaria. Pengasapan dilakukan menyeluruh demi menciptakan lingkungan sehat…
Aparat gabungan Polsek dan Koramil musnahkan 5 rakit PETI di Kuantan Hilir. Penertiban dilakukan untuk…
Jalan Pelita Pekanbaru tergenang meski tak hujan. Drainase tersumbat diduga jadi penyebab, warga minta solusi…
Warga Pekanbaru dapat reward usai laporkan sampah menumpuk. Pemko dorong partisipasi publik wujudkan kota bersih…
Pemkab Kuansing sebar PPPK ke desa untuk genjot PAD Rp255 miliar, sekaligus dorong pajak, ekonomi,…
Pemkab Rohul usulkan percepatan jadwal penerbangan JCH ke Batam demi efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah…