muncul-usai-rumahnya-digeruduk-medsos-yusuf-mansur-diserbu-netizen
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ustaz Yusuf Mansur menjadi perhatian publik. Hal ini setelah puluhan orang menggeruduk rumahnya pada Senin (20/6/2022), guna mempertanyakan kejelasan investasi batu bara yang terjadi sekitar 2009 silam. Ada ratusan orang yang ikut berinvestasi, namun hasilnya dianggap tidak sesuai yang dijanjikan.
Yusuf Mansur kebetulan sedang tidak ada di rumah ketika puluhan massa mendatangi rumahnya di daerah Tangerang, beberapa hari lalu. Ayah Wirda Mansur itu sedang berada di Hadramaut, Yaman. Melalui postingan Instagram, Yusuf Mansur yang akrab disapa UYM kini meninggalkan Yaman untuk melanjutkan agenda perjalanan ke Mesir.
“Bismillaah walhamdulillaah. Alladzii bini’matihii tatimmushshoolihaat… Siap2 bertolak ke Mesir, dg izin Allah. Bismillaah. Nanti jam 3pg krg lbh, jalan ke Bandara Sewun, Hadramaut, Yaman. Bersama Putra al Habib Umar, Habib Salim. Sayyid Salim,” tulis Yusuf Mansur di Instagram.
Postingan pimpinan pondok pesantren Daarul Quran itu menjadi perhatian banyak orang. Lebih dari 1.000 pengguna Instagram memberikan komentar pada postingan tersebut. Sejumlah dari mereka menyarankan Yusuf Mansur pulang ke Indonesia terlebih dahulu untuk menyelesaikan permasalahan.
“Ustadz diberita dicariin orang bnyk, apakah ga alangkah sebaiknya selesaikan dlu sbelum bertolak ke Mesir?,” komentar salah satu netizen.
“Jadikanlah pintu Muamalah sebagai pintu surgamu jangan sampai jadi pintu nerakamu,” timpal yang lainnya.
Ada juga komentar yang bernada positif lebih memilih mendoakan Ustaz Yusuf Mansur.
“Semoga Disehatkan Dikuatkan Selalu Ustadz….Berkah Barokah Manfaat,” doa pengguna media sosial.
Sama seperti beberapa kasus lainnya, Yusuf Mansur memilih tidak ikut terlibat secara langsung dalam kasus investasi batu bara. Dia sudah memasrahkan permasalahan tersebut ke kuasa hukum setelah kasusnya bergulir di ranah hukum.
Ariel Mochtar, sahabat Yusuf Mansur mengatakan, seharusnya massa tidak perlu datang ke rumah Yusuf Mansur melakukan penggerudukan. Seharusnya mereka bisa lebih bersabar. Sebab kasus investasi batu bara proses hukumnya sedang berjalan masuk ke pengadilan.
“Kalau menurut saya sih harusnya sabar saja menunggu proses sidang, kan hasilnya nanti yang menjadi pedoman dari hasil putusan pengadilan. Kasusnya sedang berjalan di PN Jakarta Selatan,” katanya kepada JawaPos.com, Selasa (21/6/2022).
Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwar Yaman
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…