alex-rins-dan-joan-mir-bisa-berlabuh-ke-honda
MADRID (RIAUPOS.CO) – Teka-teki ke mana dua rider Suzuki, Joan Mir dan Alex Rins, tahun depan menemui titik terang. Sumber Motorsport menyebutkan bahwa negosiasi Mir untuk menjadi tandem Marc Marquez di Repsol Honda masih berjalan.
Sementara itu, Rins kini membuka kemungkinan menyusul menuju Honda. Tapi, tujuan Rins bukan Repsol Honda. Melainkan tim satelit milik pabrikan Jepang tersebut, yakni LCR Honda.
Sumber Motorsport bahkan menyebut pertemuan antara pihak Rins dan LCR sudah memasuki tahap kedua setelah mencapai pembicaraan positif di pertemuan pertama. Negosiasi jilid kedua itu mungkin berlangsung dalam dua pekan ini.
Kabar itu makin kuat setelah Manajer Honda Alberto Puig telah mengonfirmasi bahwa pihaknya saat ini memang melakukan pembicaraan dengan dua pembalap Suzuki tersebut.
”Mereka lebih dulu menelepon kami sejak muncul kabar tentang masa depan Suzuki di balapan ini. Saat ini pembicaraan berlangsung dengan keduanya,” ucap Puig kepada Motorsport.
Jika Rins benar merapat ke LCR, masa depan dua pembalap LCR saat ini, Alex Marquez dan Takaaki Nakagami, sangat mungkin tergeser. Sebab, satu tempat lain di LCR musim depan sudah digadang-gadang menjadi milik pembalap Moto2 Honda saat ini, Ai Ogura.
Ada rumor yang menyebut Nakagami sedang dipersiapkan untuk menemani Stefan Bradl tahun depan sebagai test rider Honda. Sementara itu, nasib Alex masih akan ditentukan dari performanya sepanjang sisa musim ini.
Di sisi lain, kemungkinan Mir menggeser posisi Pol Espargaro sebagai rekan setim Marc Marquez juga makin jelas. Itu terjadi setelah Pol saat ini dikabarkan dalam tahap negosiasi akhir untuk kembali ke KTM atau tim satelitnya, Tech3, musim depan.
Mir juga mulai berani berkomentar terkait dengan kemungkinannya menjadi rekan setim Marquez. Padahal, sebelum-sebelumnya dia memilih diam saat ditanya perihal masa depannya. Termasuk kemungkinan dia bergabung ke Honda.
”Memang benar akan sulit jika menjadi rekan setim pembalap sekelas Marc Marquez. Membela Repsol Honda juga sebuah tantangan besar. Setiap pembalap di kelas ini pasti setuju akan hal itu. Tapi, ini bukan opsi yang buruk. Aku bisa belajar banyak dari seorang pembalap seperti Marc. Jadi, mari kita lihat saja apa yang akan terjadi,” ujar juara dunia motoGP 2020 tersebut seperti dilansir Crash. (irr/c19/dra/jpg)
Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwar Yaman
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…