Categories: Hiburan

Slank Launching Koperasi, Diklaim yang Pertama Berbasis Fans di Dunia

JAKARTA (RIAUPOS.CO)  – Grup band Slank memang tidak ada matinya. Selain eksis dan ikonik di dunia musik mampu bertahan hingga puluhan tahun lewat lagu-lagunya yang mengusung tema dan semangat sosial, Slank kini berusaha menjawab tantangan zaman dalam hal gerakan ekonomi.

Slank membuat koperasi yang ditujukan untuk pemberdayaan para penggemar dari berbagai daerah di Tanah Air. Menurut personel Slank, ini adalah koperasi pertama dibuat oleh grup musik untuk pemberdayaan para penggermar mereka di dunia.

Launching koperasi Slank secara resmi dilakukan pada hari ini di markas Slank yang terletak di bilangan Duren Tiga Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Penabuh drum Slank, Bimo Setiawan atau akrab biasa disapa Bimbim, menyatakan bahwa ide pembentukan koperasi sejatinya sudah mulai dipikirkan sejak 2018 dan 2019 silam. Terjadi pembicaraan di internal untuk pembentukan koperasi dengan harapan dapat membantu para penggemar untuk kesejahteraan mereka.

“Ini sejalan dengan lirik lirik lagu Slank yang bercerita tentang solidaritas, gotong royong, dan keadilan sosial. Kita sempat ngobrol sama Kang Teten gimana caranya memberdayakan pemggemar di seluruh Indonesia,” jelas Bimbim.

Lebih lanjut dia mengatakan, hadirnya koperasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi slankers agar mereka bisa mandiri secara ekonomi. Membuka akses dan peluang untuk terbukanya ladang-ladang usaha baru.

“Kita membuat koperasi in sya Allah bisa menjembatani para penggemar agar mandiri secara ekonomi,” tuturnya lebih lanjut.

Teten Masduki memberikan apresiasi kepada Slank dengan adanya koperasi berbasis komunitas penggemar pertama di Indonesia. Menurutnya, ini bukti kalau Slank memang tidak ada matinya.

“Slank nggak ada matinya, idenya banyak dan terus bertumbuh. Saya melihat Slank ini pro keadilan sosial. Slank ini brand besar. Apapun yang punya brand punya value tinggi. Saya senang sekali ini karena Slank bisa jadi role model koperasi berbasis komunitas,” tuturnya.

Selain me-launching koperasi, Slank juga me-launching kopi potlot. Kopinya berbentuk kemasan, di mana pada kemasan sachet-nya terdapat gambar para personel Slank.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Cegah DBD dan Malaria, Rutan Rengat Lakukan Fogging Massal

Rutan Rengat lakukan fogging cegah DBD dan malaria. Pengasapan dilakukan menyeluruh demi menciptakan lingkungan sehat…

13 jam ago

Tambang Emas Ilegal Ditertibkan, 5 Rakit PETI Dibakar di Lokasi

Aparat gabungan Polsek dan Koramil musnahkan 5 rakit PETI di Kuantan Hilir. Penertiban dilakukan untuk…

13 jam ago

Tak Hujan Tapi Banjir, Jalan Pelita Pekanbaru Bikin Warga Resah

Jalan Pelita Pekanbaru tergenang meski tak hujan. Drainase tersumbat diduga jadi penyebab, warga minta solusi…

14 jam ago

Laporkan Sampah Menumpuk, Warga Ini Malah Dapat Reward dari Pemko Pekanbaru

Warga Pekanbaru dapat reward usai laporkan sampah menumpuk. Pemko dorong partisipasi publik wujudkan kota bersih…

14 jam ago

Kejar PAD Rp255 Miliar, Pemkab Kuansing Kerahkan PPPK Jadi Juru Pungut Pajak

Pemkab Kuansing sebar PPPK ke desa untuk genjot PAD Rp255 miliar, sekaligus dorong pajak, ekonomi,…

1 hari ago

Tingkatkan Literasi Siswa, Guru di Siak Wajib Kuasai Bahasa Indonesia dengan Baik

Disdik Siak tingkatkan literasi guru lewat PKBI, dorong penguasaan bahasa Indonesia demi meningkatkan kualitas belajar…

2 hari ago