Categories: Feature

Awalnya Takut, Akhirnya Tersenyum Manis

Awalnya takut, namun setelah dimasukkan dua tetes cairan vaksin Polio ke dalam mulutnya, Ari murid SD Negeri 151 Pekanbaru itu tersenyum sumringah dan rasa takutnya langsung hilang.

Laporan JOKO SUSILO, Marpoyan Damai

SELASA (23/7), giat pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kota Pekanbaru dimulai. Pencanangan diawali di SDN 151 dan SDN 145 Pekanbaru. Kedua sekolah ini berada satu kompleks di Jalan Wonosari, Kecamatan Marpoyan Damai.

Murid-murid berbaris rapi di depan meja petugas kesehatan yang ada di halaman sekolah. Sebagian besar adalah murid kelas II. Mereka menunggu antrean untuk mendapatkan imunisasi Polio.

Dalam barisan, dengan mengenakan pakaian atasan putih dan bawahan merah, anak-anak tampak saling mendorong temannya agar maju ke depan. Terlihat perasaan takut karena mereka mengira akan disuntik.

Tapi, setelah diberitahu bahwa imunisasinya bukan disuntik melainkan ditetesi cairan ke dalam mulut, barulah mereka terlihat lega. Mereka pun memberanikan diri diimunisasi.

Setelah mendapatkan tetesan vaksin Polio oleh petugas kesehatan, mereka langsung girang sambil mengecap-mengecapkan bibir karena ada rasa sedikit manis.

”Tadi awalnya takut, dikira mau disuntik, eh ditetesin, gak takut lagi. Rasanya juga gak pahit, agak manis,” ujar Ari yang disambut tawa teman-temannya yang lainnya.

Setelah itu, murid-murid lain pun berebutan ingin mendapatkan imunisasi karena penasaran dengan rasanya.

”Rasanya manis,” ucap Aditya, murid lainnya.

Hal senada diungkapkan Arsyia. ”Enak, rasanya manis,” ujarnya tersenyum manis.

Rasa manis vaksin Polio ini sesuai dengan tema PIN Polio yaitu ”Dapatkan Tetes Manis Polio” di puskesmas, di posyandu, rumah sakit, sekolah serta pos pelayanan imunisasi terdekat.

Tak hanya mendapatkan rasa manis vaksin Polio , anak-anak juga senang karena mendapatkan bingkisan paper bag yang isinya satu buah buku mewarnai serta satu kotak krayon, dua kotak susu ukuran 125 ml, bua bungkus sereal, dan satu kotak kue.

Aditya, anak lelaki yang baru berusia 7 tahun berada di barisan pertama untuk mendapatlan vaksin Polio. Tanpa ragu ia membuka mulutnya dan mendapatkan dua tetes vaksin Polio.

Setidaknya ada beberapa meja disiapkan untuk melayani imunisasi Polio di kedua sekolah itu. Tenda induk besar telah berdiri, warga sekitar juga berdatangan ingin imunisasi anaknya.

Apalagi Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa SSTP MSi datang untuk melihat pelaksanaan PIN Polio tersebut. Pj Wako didampingi Kadisdik Pekanbaru Abdul Jamal, Plt Kadiskes Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut dan ASN dan para undangan lainnya.

”Target kita memang 95 persen, dan kami minta juga bantuan dari teman teman media bisa bantu sosialisasi untuk pencerahan vaksin Polio  di Pekanbaru ini, sehingga adek adek kita seluruh masyarakat, anak anak kita ini bisa mendapatkan PIN polio,” ujar Pj Wako.

Pj Wako berharap pelaksanaan imunisasi Polio dapat dilaksanakan secara meluas agar anak anak tetap sehat dan bahagia. ”Jadi kita kurang lebih hampir tiga pekan ini sudah melakukan sosialisasi, baik dari sisi flayer, kemudian mengajak seluruh teman-teman, camat, lurah, RW, kami minta dilibatkan untuk mengajak anak anak kita,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Garuda dr Ray mengatakan, program ini merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penyakit Polio pada anak.

”Semua anak balita 0-8 tahun kurang satu hari itu diwajibkan untuk divaksin polio agar terbebas daripada lumpuh layu atau penyakit Polio. Kenapa? Karena pada saat sudah terjangkit virus Polio, itu tidak akan pernah sembuh, tidak akan pernah bebas Polio, otomatis akan terjangkit akan menyebabkan cacat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, vaksin Polio ini diberikan secara gratis untuk semua anak usia 0-7 tahun.

Kegiatan ini berlangsung di bawah tenda berwarna merah putih dengan empat meja petugas di sebelah kanan, dan tiga meja di sebelah kiri. Di tengah-tengah pula tersusun kursi plastik berwana putih untuk tempat duduk orang tua maupun anak anak yang ikut vaksin polio.

Tampak suasana berlangsung dengan tertib dan lancar. Ada orang tua yang duduk dan mengantre sambil menggendong anaknya yang masih balita, serta ada murid SDN 151 Pekanbaru, yang dipimpin oleh sang guru untuk membuat barisan agar mendapatkan vaksin.

Para orang tua merasa bersyukur atas program pemberian vaksin Polio gratis ini.Menurut mereka, program ini sangat berguna untuk kesehatan anak anak dan diharapkan agar lebih lagi.

”Bagus untuk anak-anak. Ke depan kalau dapat lebih dimajukan lagi untuk acara ini, demi kesehatan anak-anak,” ucap Yuliana, salah satu orang tua yang anaknya ikut imunisasi.***

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

SE Bupati Kuansing Ditempel, Satpol PP Pantau Kafe dan Kedai

Satpol PP Kuansing patroli hari pertama Ramadan, pastikan rumah makan di Teluk Kuantan tutup hingga…

4 jam ago

27 Calon Jemaah Haji Riau Tunda Berangkat 2026, Ini Penyebabnya

Sebanyak 27 calon jemaah haji Riau menunda atau batal berangkat 2026 karena faktor kesehatan dan…

6 jam ago

Jalintim KM 75 Pangkalankerinci Ditimbun, Sistem Buka Tutup Masih Berlaku

Penimbunan Jalintim KM 75 Pangkalankerinci selesai 300 meter, sistem buka tutup masih berlaku hingga proyek…

7 jam ago

Ramadan di Balik Jeruji, Napi Salat Berjamaah di Samping Kepala Lapas

Ratusan napi Lapas Kelas IIA Pekanbaru khusyuk salat Tarawih bersama Kalapas pada malam pertama Ramadan…

7 jam ago

Corporate Gathering Ramadan, Grand Zuri Duri Tawarkan Kuliner Khas Indonesia

Grand Zuri Duri gelar Corporate Gathering Ramadan 2026, perkenalkan konsep “Sajian Nusantara” untuk berbuka puasa.

8 jam ago

PTPN IV Rawat Kearifan Lokal, Balimau Kasai Jadi Simbol Harmoni

PTPN IV Regional III dukung tradisi Balimau Kasai di Tandun, Rokan Hulu, sebagai wujud pelestarian…

11 jam ago