Masyarakat terdampak kebakaran di Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir menerima bantuan logistik darurat, Kamis (9/4/2026).
RIAUPOS.CO – Korban kebakaran permukiman di kawasan Pasar Bom, Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir mulai menerima bantuan logistik darurat, Kamis (9/4). Sebanyak 106 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok untuk menunjang konsumsi harian warga selama masa darurat. Paket tersebut terdiri dari beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, ikan kaleng, satu kardus mi instan, minyak goreng 1 liter, susu kaleng, serta teh celup.
Berdasarkan data sementara, total terdapat 106 rumah yang terdampak kebakaran. Dari jumlah tersebut, 79 unit rumah dilaporkan hangus terbakar, 9 unit mengalami kerusakan berat, dan 19 unit lainnya mengalami kerusakan ringan.
Setelah kejadian, sebagian warga masih bertahan di lokasi untuk membersihkan sisa puing bangunan yang terbakar. Sementara itu, warga lainnya memilih mengungsi ke rumah keluarga maupun ke tempat penampungan sementara yang telah disediakan.
Penyaluran bantuan ini dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir sebagai langkah awal dalam penanganan kondisi darurat pascakebakaran.
Bupati Indragiri Hilir, Herman, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak musibah tersebut.
“Kami turut merasakan duka yang dialami masyarakat Pulau Kijang. Saat ini prioritas utama adalah memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, juga menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa kebakaran yang melanda permukiman di Jalan Pahlawan, RT 02 RW 02, Kelurahan Pulau Kijang tersebut.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir serta pihak terkait lainnya untuk mencari solusi, baik dalam proses pemulihan maupun penyaluran bantuan lanjutan.
Selain itu, ia meminta aparat kecamatan dan kelurahan segera melakukan pendataan total kerugian agar proses bantuan rehabilitasi rumah dapat dipercepat.
“Jangan sampai korban terlantar. Pemerintah hadir. Untuk rumah yang rusak berat akan dibantu melalui program Rumah Layak Huni tahun ini,” tegasnya.
Di sisi lain, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Aparat kepolisian bekerja sama dengan tim Laboratorium Forensik Polda Riau untuk mengungkap sumber api secara pasti.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora melalui Kasat Reskrim AKP Budi Winarko menyebutkan, proses olah tempat kejadian perkara masih berlangsung. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan untuk mendukung penyelidikan.
Petugas turut meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi guna melengkapi data serta memperkuat hasil penyelidikan.
“Proses masih berjalan, kerugian juga belum dapat ditaksir. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mendesak pengelola SPBU untuk aktif mengatur antrean bio solar yang meluber…
Rumah milik Camat Merbau Wan Jumiati di Jalan Rambutan, Kelurahan Teluk Belitung, hangus terbakar pada…
Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…
DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…
Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…
Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…