ALAT TENUN: Camat Bukit Raya Wahyu Idris dan Lurah Tangkerang Labuai Joko Arif Santoso melihat alat tenun saat mengunjungi gerai IKM Madani Unit Tenun di RW 10, akhir pekan lalu. (Mirshal/Riau Pos)
BUKIT RAYA (RIAUPOS.CO) — Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya beri pelatihan dan pembinaan menenun kepada masyarakat yang berada di lingkungan RW 6. Hal ini dilakukan, agar masyarakat Industri Kecil Menengah (IKM) Madani yang berada di lingkungan masyarakat RW 6 dapat berjalan seperti lingkungan RW lainnya di kelurahan tersebut, Kamis (24/10).
Ketua LPM Tangkerang Labuai Mirshal mengatakan pelatihan dan pembinaan menenun sengaja diberikan kepada masyarakat yang berada di lingkungan RW 6, sebab lingkungan RW lainnya telah lebih dahulu mendapat pelatihan lain. Selain itu, berbagai kegiatan pelatihan ini dilakukan agar para kadernya memiliki skil dan penghasilan tambahan.
"LPM Kelurahan Tangkerang Labuai sedang melakukan pembinaan kepada masyarakat di lingkungan RW. Sebelumnya di RW 3 ada IKM Madani produksi sabun papaya, RW 4 sudah ada IKM Madani produksi sabun, RW 5 ada IKM Madani produksi sabun colek, dan RW 6 kita telah persipkan IKM Madani untuk produksi tenun," tuturnya kepada Riau Pos, Kamis (24/10).
Kemudian Mirshal menambahkan, meski hingga saat ini baru ada tiga orang kader yang diberi pembinaan tenun, tapi ia optimis untuk hasil produksi nantinya dapat dipasarkan secara luas. Serta dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung.
"Belum produksi, masih mempersiapkan dan sedang dalam proses pelatihan. Pembuatan tenunnya dengan manual, sementara hingga sekarang baru 3 anggota yang dibina. Nah suatu saat nanti jika orang ingin berkunjung untuk melihat tenun, maka ke RW 6. Jadi kunjungan itu tidak hanya tertumpuk di RW 4 saja," jelasnya lagi.
Pelatihan tenun ini turut mendapat dukungan dari Camat Bukit Raya, Wahyu Idris. Dia mengatakan dengan adanya pembinaan ini diharapkan dapat melestarikan tenun yang sejatinya adalah budaya melayu.
"Tenun merupakan salah satu budaya masyarakat Melayu, khususnya Riau. Hari ini kita melihat pengrajin tenun yang jumlahnya makin sedikit, oleh karena itu perlu dukungan pemerintah dalam melestarikan budaya tersebut," ujarnya.
Wahyu pun berharap agar ada pembinaan lanjutan ataupun support dari instansi terkait. Agar pemberdayaan masyarakat dan pembinaan menenun ini dapat berkembang di masyarakat luas.(ayi)
KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…
Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…
Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…
Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…
Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…
Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…