Categories: Ekonomi Bisnis

Hadapi Resesi, Masyarakat Diminta Tak Panik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Beberapa negara mengalami resesi karena tak mampu mengontrol kontraksi ekonomi akibat pandemi corona (Covid-19) yang belum berakhir. Indonesia pun berada dalam kondisi bermasalah karena kuartal III-2020 hampir dipastikan pertumbuhannya masih minus seperti kuartal sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Analis MNC Sekuritas, M Rudi Setiawan, meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang. Dia berharap peristiwa resesi yang pernah terjadi pada 1998 silam tidak terjadi kembali.

"Memang betul harus dikatakan masyarakat untuk tetap tenang dan tak panik. Kalau kita lihat dari yang kejadian-kejadian di 1998 memang tercampur dengan isu politik. Namun, sebenarnya itu ujung-ujungnya keterkaitan dengan ekonomi," kata Rudi dalam diskusi secara daring, Kamis (24/9/2020).

Menurut dia, bila seseorang selalu berpikiran terlalu berlebihan, nantinya malah membawa efek negatif bagi lingkungan sekitar.

"Jika kita punya pikiran yang sangat takut sekali dalam menghadapi resesi ini justru akan timbul yang tidak diinginkan. Harap tenang," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksi semua negara akan mengalami resesi. Sri Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 memberikan tekanan terhadap ekonomi semua negara. Dampak dari pandemi ini membuat ekonomi di seluruh negara mengalami penurunan.

“Seperti negara Eropa, Italia dan Prancis sudah negatif. Jadi kalau kuartal ketiga forecast negatif mereka bisa tiga kuartal berturut-turut negatif. Spanyol, Inggris Raya, dan juga negara ASEAN di sekitar kita Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand diperkirakan kuartal ketiga masih akan mengalami tekanan kontraksi yang cukup dalam," ujar Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Selasa (22/9/2020) sebelumnya.

Sumber: Antara/MNC/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

6 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

6 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

7 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

7 jam ago

Sejak Januari, Damkar Pekanbaru Sudah Evakuasi 214 Ular dari Permukiman Warga

Damkar Pekanbaru mencatat 214 evakuasi ular sejak Januari 2026. Ular piton hingga kobra ditemukan masuk…

7 jam ago

Rohul Perkuat Promosi Wisata Lewat Branding Wonderful Indonesia Berbasis Medsos

Pemkab Rohul memperkuat promosi wisata melalui branding Wonderful Indonesia berbasis media sosial untuk mengenalkan destinasi…

7 jam ago