Categories: Ekonomi Bisnis

Industri Asuransi Diproyeksikan Bakal Tumbuh Positif

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sektor indutri asuransi diperkirakan akan terus tumbuh hingga akhir tahun. Bahkan, pada tahun yang akan datang, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan akan tumbuh positif diiringi edukasi asuransi ke masyarakat.

“Di 2020 kita optimis asuransi akan tumbuh lebih baik dari 2019. Akhir tahun overall kita bisa tumbuh 7-8 persen,” terang Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (IKNB 2A OJK), Ahmad Nasrullah di acara Insurance Outlook 2020 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (21/11).

Hal ini bukan tanpa acuan, pasalnya naik turunnya industri asuransi dipengaruhi oleh ekonomi global, salah satunya adalah perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Selain itu, target inflasi Indonesia pada 2020 yang sebesar 3,1 persen lebih rendah dibandingkan tahun ini akan membantu pertumbuhan industri tersebut.

“Industri asuransi tidak terlepas dari global sama kondisi outlook ekonomi Indonesia, kalau lihat hasil kemarin, ada beberapa di sisi APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) itu memberikan sinyal positif seperti target inflasi cuma 3,1 persen lebih rendah dari target tahun sebelumnya, lalu target pertumbuhan juga masih sama 5,3 persen dan hubungan antara china dan amerika, ini kita harapkan bagus,” katanya.

Namun, dengan adanya kasus yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dikhawatirkan masyarakat mulai enggan untuk menggunakan produk asuransi. Dengan begitu, ia mengharapkan pemerintah serta pelaku usaha dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya asuransi.

“Jujur, literasi dan kesadaran masyarakat akan asuransi tidak besar, kita menjual asuransi harus pakai gimmick, premi kan kebanyakan dari produk-produk tradisional, jadi bukan asuransi murni, jadi ada kayak tabungannya lah. Sebagian besar kontribusi pendapatan premi kita didorong dari produk-produk premi yang ada unsur investasinya,” jelasnya.

Seiring upaya penyehatan perusahaan yang dilakukan pemegam saham di perusahan pelat merah tersebut. Hal ini tentunya diharapkan dapat memperbaiki serta menumbukan industri asuransi pada tahun 2020. “Mudah-mudahan di 2020, ini bisa menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat akan produk-produk tradisional kita dan produk link,” tutupnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bupati Rohul Bangga, Niken Persembahkan 4 Medali di ASEAN Para Games Thailand

Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…

18 jam ago

Deteksi Dini Narkoba, Puluhan Anggota Satpol PP Inhu Dites Urine, Ini Hasilnya

Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…

19 jam ago

Jalan Lingkar Pasirpengaraian Rawan, Enam Pelaku Curas Berhasil Dibekuk Polisi

Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…

20 jam ago

Tersangka Kasus Ijazah, Oknum DPRD Pelalawan Jalani Pemeriksaan

Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…

1 hari ago

Gasak 54 Tandan Sawit, Dua Warga Alam Panjang Diciduk

Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…

1 hari ago

Anggaran Bergeser, Belasan Ruas Jalan Meranti Diprioritaskan 2026

DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.

1 hari ago