Categories: Ekonomi Bisnis

Apple Pertimbangkan Keluar dari Cina, Indonesia Ikut Dibidik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Apple dikabarkan sedang mempertimbangkan memindahkan kapasitas produksinya ke Asia Tenggara. Perakitan produk Apple sendiri selama ini dilakukan di Cina. Namun baru-baru ini perusahaan Amerika Serikat itu dikatakan bakal keluar dari Cina dan mencari negara baru untuk memproduksi perangkat-perangkat besutannya.

Seperti dikutip dari Nikkei Asian Review via GSMArena, Jumat (21/6/2019), pihak Apple sedang berdiskusi dengan para pemasok berapa banyak kapasitas yang dapat dipindahkan keluar Cina. Hal ini sebagai imbas ketidakpastian yang disebabkan ketegangan antara Washington dan Beijing atau perang dagang Amerika Serikat (AS) vs Cina.

Raksasa Cupertino itu berencana untuk memindahkan antara 15 hingga 30 persen dari semua produksinya di Cina. Mereka disebut sedang mempertimbangkan aspek bisnisnya lebih jauh dengan mitra perakitannya apakah bersedia jika memindahkan produksinya keluar Cina.

Diketahui, Cina telah menjadi pangkalan utama bagi kesuksesan global Apple. Namun, seorang eksekutif mengatakan bahwa tingkat kelahiran yang lebih rendah, biaya tenaga kerja yang lebih tinggi, dan risiko terlalu memusatkan produksinya di satu negara membuat Apple mesti mempertimbangkan diversifikasi perakitannya.

Perakit seperti Foxconn, Pegatron, Wistron yang merakit MacBook, iPad, AirPods, serta penyedia papan sirkuit cetak telah berkonsultasi tentang kemungkinan relokasi produksi. Negara-negara yang dipertimbangkan adalah Meksiko, Indonesia, Malaysia, India, dan Vietnam. Dua yang terakhir menjadi favorit. Wistron sudah memiliki pabrik untuk iPhone yang lebih tua di India, tetapi tetap saja, lebih dari 90 persen produk Apple diproduksi di Cina.

Beralih ke negara lain akan memakan waktu hingga tiga tahun, tetapi hal tersebut dikatakan tidak menyulitkan sama sekali. Sumber mengklaim bahwa satu pemasok telah menghabiskan tiga hingga lima bulan untuk menilai satu lokasi. Hanya untuk mengetahui bahwa ada risiko seperti kendala listrik di sana atau tidak.

Hal tersebut dikatakan tidak akan terjadi di Cina karena pemerintah negara bagian telah banyak berinvestasi dalam infrastruktur, air, utilitas, bahkan asrama untuk pekerja. Apa yang dilakukan pemerintah Cina justru membuat Apple semakin sulit untuk pergi.(rianalfianto)

Sumber: Jawapos.com
Editor: Fopin A Sinaga

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Revitalisasi Pasar Bawah Mangkrak, Wako Pekanbaru Minta Maaf ke Pedagang

Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru mencapai 60 persen meski ditargetkan selesai 2025. Wako minta maaf…

1 jam ago

Parkir di Halaman Minimarket Ditagih Rp15 Ribu, Jukir Liar Kabur Saat Didatangi Petugas

Jukir liar diduga meminta tarif parkir Rp15 ribu di Jalan Sudirman Pekanbaru. Dishub turun tangan…

1 jam ago

77 Peserta Lolos ke Tahap Wawancara Seleksi Kepala Sekolah di Inhu, Pendaftarnya Ternyata Minim

Sebanyak 77 peserta mengikuti uji kompetensi seleksi kepala sekolah TK, SD, dan SMP Negeri di…

1 jam ago

Malam Ini! Habib Syech Hadir di Masjid Raya Annur, Warga Diajak Ramaikan Riau Bershalawat

Riau Bershalawat bersama Habib Syech digelar Senin malam di Masjid Raya Annur Pekanbaru. Masyarakat dan…

2 jam ago

Harga BBM Pertamina Terbaru Agustus 2026: Pertamax Turbo Turun Rp1.000 per Liter

Harga BBM non-subsidi Pertamina turun mulai 1 Agustus 2026. Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertamax Green…

3 jam ago

Aksi Curanmor Terbongkar, Pelaku 18 Tahun Ditangkap di Kediaman Mertua

Polisi menangkap pemuda 18 tahun terduga pelaku curanmor di Inhu. Motor korban dicuri saat dini…

23 jam ago