tarif-cukai-minuman-ringan-diusulkan-naik
JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Pemerintah mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk mengenakan tarif cukai minuman ringan. Langkah tersebut dilakukan Kementerian Keuangan untuk mengurangi penyakit diabetes di tanah air.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, angka penyakit diabetes yang melonjak menjadi alasan pemerintah dalam mengusulkan kebijakan tersebut. Menurutnya, banyak negara lain yang juga mengenakan barang yang membahayakan, termasuk minuman yang mengandung pemanis.
“Di Indonesia diabetes meletus di atas 15 tahun meningkat cukup tajam, dari 1,5 persen di 2013 menjadi 2 persen penduduk. Mungkin ini salah satu yang sumbang biaya besar dari BPJS Kesehatan,†ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (19/2).
Sri Mulyani menjelaskan, objek yang menjadi penerapan cukai minuman berpemanis di sini adalah minuman mengandung pemanis seperti gula dan pemanis buatan yang siap dikonsumsi. Serta, minuman yang mengandung konsentrat yang dikemas dalam bentuk penjualan eceran dan konsumsinya masih memerlukan proses pengenceran.
Namun, pihaknya juga akan memberikan pengecualian atau pembebasan tarif cukai untuk produk minuman berpemanis yang dibuat dan dikemas non pabrikasi, madu dan jus sayur tanpa tambahan gula, dan barang yang diekspor.
Adapun tarif penerapan cukai yang diusulkan untuk produk minuman berpemanis adalah Rp 1.500 per liter untuk teh kemasan. Produksi teh kemasan ini mencapai 2.191 juta liter per tahun, dari total produksi itu potensi penerimaannya mencapai Rp 2,7 triliun.
Sementara, pada produk karbonasi, tarif cukainya sebesar Rp 2.500 per liter. Tercatat produksi minuman karbonasi ini mencapai 747 juta liter. Dari sini potensi penerimaan negara mencapai Rp1,7 triliun.
Sedangkan, tarif cukai untuk produk minuman berpemanis lainnya seperti minuman berenergi, kopi, konsentrat dan lainnya sebesar Rp2.500 per liter. Total produksi minuman ini sebesar 808 juta liter dengan potensi penerimaan sebesar Rp1,85 triliun.
“Kita semua tau bahwa diabetes merupakan salah satu penyakit yang terjadi paling tinggi, dan fenomenanya growing atau meningkat terutama dengan kenaikan income masyarakat, indikasi diabetes bisa bermacam-macam dari kesehatan, apakah dari stroke, gagal ginjal dll,†tegasnya.
Editor :Deslina
Sumber: jawapos.com
KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…
Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…
Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…
Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…
Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…
Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…