Categories: Ekonomi Bisnis

Suzuki XL7, SUV Kelas Medium Jadi Andalan Ekspor

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Suzuki XL7 baru saja menjalani debut global. SUV Medium berlambang S ini diproduksi di pabrik Cikarang, Jawa Barat. Selain pasar domestik, XL7 juga dikapalkan ke mancanegara.

"XL7 adalah sebuah SUV yang akan menjadi pilihan baru bagi pecinta Suzuki di Indonesia. Selain itu, XL7 juga akan menjadi salah satu andalan ekspor yang kami targetkan ke 30 negara," kata Seiji Itayama, President Director PT SIS di Jakarta Timur, Sabtu (15/2).

"Dengan hadirnya XL7, kami harap mampu mengoptimalkan pasar mobil Suzuki di Indonesia sebagai pilar ketiga di dunia bagi Suzuki,” ucap Seiji Itayama.

Kendati demikian, Itayama belum mengungkap secara rinci negara tujuan ekspor XL7.

Untuk merealisasilan target ekspor tersebut, menurut Director 4 Wheel PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra, pihaknya telah melakukan penambahan karyawan di pusat fasilitas produksi Cikarang.

Sementara itu, Suzuki Indonesia berharap dengan hadirnya SUV terbarunya, itu bisa menyumbangkan penjualan sebanyak 2.000 unit per bulan.

"Market share 20 persen atau secara kuantitas 2.000 dalam satu bulan," lanjut Donny Saputra dalam kesempatan sama.

Ia menambahkan, bahwa SIS optimistis karena segmen yang diusung XL7, yakni sport utility vehicle, sedang berkembang.

Untuk tahap pertama, kata Dony, Suzuki XL7 akan menyasar konsumen di wilayah perkotaan, terutama Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi.

Suzuki XL7 memakai mesin K15B berkapasitas 1.462 cc yang dapat menghasilkan daya sebesar 104,7 PS pada putaran 6.000 rpm serta torsi maksimal 138 Nm pada putaran 4.400 rpm.

Dikembangkan dari basis Ertiga yang memanfaatkan platform generasi kelima, HEARTECT, Suzuki XL7 ditawarkan dalam tiga varian Beta, Zeta, dan tertinggi Alpha. Harganya mulai dari Rp 230 juta sampai Rp 267 juta.

Detailnya sendiri, untuk varian terendah XL7 Zeta MT Rp 230 juta, Zeta AT Rp 240,5 juta, Beta MT Rp 246,5 juta, Beta AT Rp 257 juta, dan varian tertinggi Rp Alpha MT Rp 265,5 juta, dan Alpha AT Rp 267 juta. (mg8/jpnn)

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

44 Ribu Hektare Sawit PalmCo di Riau Dikelola dengan Skema Organik

PTPN IV PalmCo targetkan 44.000 hektare kebun sawit di Riau kelola pupuk organik dan perkuat…

12 jam ago

Setahun Agung–Markarius, Pekanbaru Berbenah Total dan Lebih Terarah

Setahun Agung–Markarius memimpin, Pekanbaru benahi infrastruktur, lingkungan, pendidikan hingga lunasi utang Rp470 miliar.

14 jam ago

Pemprov Riau Buka Posko THR, Perusahaan Wajib Bayar Paling Lambat 8 Maret

Pemprov Riau buka posko pengaduan THR. Perusahaan wajib bayar paling lambat 8 Maret 2026.

15 jam ago

Hukum Suntik Vaksin Meningitis saat Puasa Ramadan, Apakah Membatalkan?

memohon penjelasan: apakah diperbolehkan menjalani suntik vaksin meningitis pada siang hari dalam keadaan berpuasa?

15 jam ago

Penangkaran Walet Dikeluhkan, Lurah Siak Siap Koordinasi dengan Satpol PP

Warga Kampung Dalam Siak keluhkan suara bising penangkaran walet. Lurah telusuri izin dan siap gandeng…

15 jam ago

Puncak Arus Balik, Antrean Kendaraan Mengular di Dermaga Bengkalis

Arus balik Imlek 2577 di Pelabuhan Ro-Ro Bengkalis padat. Dishub siagakan empat kapal dan satu…

16 jam ago