Menteri BUMN, Rini Soemarno.
BOGOR (RIAUPOS.CO) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, menyikapi biasa teguran dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang memintanya berhati-hati soal besarnya impor minyak dan gas bumi (migas) periode Januari – Mei 2019.
Pada Mei 2019 angkanya mencapai 2,09 miliar dolar AS. Hal itu memberi kontribusi besar bagi defisitnya neraca perdagangan Indonesia pada periode tersebutz yakni USD 2,14 miliar.
“Kalau ditegur mah enggak apa-apa. Hahahaha. Tegur apa? Enggak apa-apa. Baik. Ya saya harus lebih kerja keras mengingat impor turun, tapi lebih turun lagi ekspor kita. Jadi kami harus lebih banyak kerja keras. Gitu aja,” kata Rini. Itu disampaikan Rini saat dimintai tanggapannya soal teguran Kepala Negara, usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 usai mengalahkan pasangan…
Polsek Rumbai menangkap seorang pria berinisial SK alias Adi Black akibat mengelapkan 12 ekor sapi…
Anggota DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru tidak sekadar menggelar razia pekat, tetapi juga…
Suleha Rindiyani (22), warga Desa Tanjung Kedabu, Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat…
Universitas Riau resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu, meningkatkan jumlah total…
Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bersama tim gabungan menjaring 47 truk tonase besar yang melanggar aturan…