operasikan-jaringan-transmisi-150-kv-pasaman-simpang-empat
PADANG (RIAUPOS.CO) – PT PLN (Persero) mengoperasikan Jaringan Transmisi 150 kV Pasaman-Simpang Empat dan GI 150 kV Simpang Empat guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan keandalan kelistrikan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.Pembangunan Gardu Induk 150 kV Simpang Empat dan SUTT 150 kV Pasaman-Simpang Empat Line 2 sepanjang 52,61 KMS dikerjakan dengan nilai investasi Rp120,5 miliar dan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 79,81 persen.
PLN mengoperasikan infrastruktur ketenagalistrikan yaitu Gardu Induk 150 kV Simpang Empat pada 4 Maret 2022. Pengoperasian ini diawali dengan pemberian tegangan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pasaman-Simpang Empat Line 2 sepanjang 52,61 kms yang menghubungkan antara Gardu Induk 150 kV Simpang Empat dengan Gardu Induk 150 kV Pasaman dengan kapasitas Trafo Daya 1x 60 MVA.
Dengan beroperasinya Line 2 ini, keandalan Transmisi 150 kV Pasaman-Simpang Empat menjadi semakin baik, dimana Line 1 GSW (Ground Steel Wire) telah berhasil dioperasikan pada 3 Januari 2022. Dengan penambahan 60 MVA dari Gardu Induk 150 kV Pasaman, saat ini total kapasitas Gardu Induk terpasang di Sumatera Barat menjadi 1.464 MVA dan diharapkan dapat menopang pemenuhan target Proyeksi Penjualan Tenaga Listrik di Sumatera Barat untuk tahun 2022 sebesar 3.814 GWh, atau tumbuh sekitar 6,32 persen.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (PLN UIP Sumbagteng), Alland Asqolani mengapresiasi pemerintah daerah dan masyarakat Pasaman yang telah ikut mendukung proses pembangunan GI dan SUTT.
"Pembangunan GI dan SUTT ini memiliki nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 79,81 persen dengan nilai investasi Rp120,5 miliar," katanya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini juga untuk melaksanakan ekspansi penjualan sehubungan dengan peningkatan iklim investasi daerah dan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Sumatera Barat.
Alland berharap dengan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang telah dilaksanakan di wilayah Sumbar ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dan dapat meningkatkan roda perekonomian sehingga tujuan pembangunan yang berkelanjutan dapat dicapai.(adv)
Satpol PP-PKP Kabupaten Kuansing menjaring enam wanita penghibur (LC) dan menyita miras dalam razia pekat…
Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah, di mana dari 85 ton timbulan sampah…
Sebanyak enam bakal calon penghulu yang sempat gagal pada tahap pertama mengikuti tes mengaji susulan…
Pengecoran jalan akses Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang selesai 100 persen dan kini memasuki…
Sebanyak tujuh unit gudang di Kawasan Pergudangan Avian Jalan Siak II Pekanbaru ludes terbakar pada…
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi 39 ribu penerima…