sosialisasikan-vaksin-covid-19-dengan-baik-dan-mendidik
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Adanya kekhawatiran masyarakat soal ketika usai vaksin akan muncul dampak lain yang tidak diinginkan menjadi salah satu faktor penyebab capaian vaksinasi belum maksimal. Khususnya untuk lansia dan juga vaksinasi anak. Sampai saat ini diklaim Pemko Pekanbaru masih di bawah 70 persen.
Ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri, soal kekhawatiran masyarakat ini, diminta Pemko dapat menjawabnya dengan tegas, dan sosialisasikan secara maksimal, supaya masyarakat tidak lagi ragu dan bimbang.
’’ Pemerintah harus bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan vaksin tersebut, yang paling penting sosialisasi harus maksimal supaya program ini dapat berjalan dengan baik,’’ ungkap Azwendi, Ahad (6/3).
Ditegaskan Politisi Demokrat ini, tentang adanya penegasan dari Pemko yang mewajibkan untuk anak bisa sekolah tatap muka harus sudah divaksin. Alasan Pemko, diungkapkannya, adalah untuk melindungi anak-anak dari ancaman Covid-19.
’’Jika untuk melindungi anak, tentu kita minta tim Nakes atau Satgas dapat melakukan sosialisasi dengan baik dan mendidik. Belajar penting, namun menjaga kesehatan untuk bebas Covid-19 jauh lebih penting. Saya mendukung program vaksinasi ini,’’ sebutnya.
Namun begitu, Pemko juga dimintanya, soal vaksinasi semua usia ini, umum, lansia, dan juga anak umur 6-11 tahun, kekhawatiran-kekhawatiran yang menjadi penghambat diminta segera dijawab, dan juga disampaikan dengan maksimal sesuai tahapan-tahapan.
’’Sosialisasikan! Supaya masyarakat tahu, dan mau divaksinasi. Kita berharap segera berakhir pandemi ini. Dan tidak ada lagi ancaman dari Covid-19,’’ itu harapannya.
Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Firdaus sudah mengimbau supaya orang tua segera membawa anak-anaknya ke sentra vaksin, supaya bisa mendapatkan layanan vaksinasi.
Dan Wako menegaskan, bahwa vaksinasi sangat penting bagi anak-anak agar terlindung dari ancaman dampak Covid-19. ’’Vaksin sangat penting, melindungi anak-anak kita saat mengikuti pendidikan tatap muka bisa terlindungi dari Covid-19,’’ paparnya.(gus)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…