Categories: Ekonomi Bisnis

Kuartal Satu Penjualan Nissan dan Mazda Terpuruk

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Meskipun pihak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sempat menyatakan kalau penjualan otomotif di Indonesia khususnya roda 4 ke atas mulai normal, namun keberuntungan untuk meraih pasar tak dialami semua merek. Ada beberapa merek kurang beruntung di kuartal 1 (Q1) di antaranya adalah merek Nissan.

Mulai Januari-Maret 2022, Nissan Motor di Indonesia belum meraih keberuntungan dalam hal penjualan. Bahkan pada satu tahun penuh sebelumnya penjualan ritel mobil merek ini juga merosot.

Dari catatan Gaikindo menunjukkan, total penjualan ritel merek Nissan di Indonesia hanya sebanyak 1.143 unit. Jumlah itu turun 63,9% bila dibanding total jumlah yang tercatat sepanjang periode sama di 2021.

Maka angka penjualan sebanyak itu, Nissan hanya mampu meraih pangsa pasar penjualan ritel mobil sebesar 0,5% di Indonesia. Mirisnya lagi, merek Jepang ini tersingkir dari daftar 10 merek kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan total penjualan terbanyak.

Nissan hanya mampu menempati posisi di urutan ke-11, sedangkan pada posisi 10 telah direbut oleh merek asal Korea Selatan yaitu Hyundai Motor. Padahal sepanjang 2021 penjualan ritel Nissan sebanyak 6.185 unit menempatkan di posisi ke-10 dalam daftar 10 merek kendaraan bermotor roda empat terlaris di Indonesia.

Merek Jepang lain yang kurang beruntung di kuartal satu juga dialami oleh Mazda. Meskipun Mazda mengeluarkan new CX5 yang menggunakan platform Skyactiv-Vehicle Architecture dan dibekali sejumlah fitur canggh penunjang keamanan dan kenyamanan berkendara belum mampu mendongkrak penjualan.

Padahal ada dua tipe yang ditawarkan yakni Elite dan Kuro Edition. Tipe pertama dibanderol Rp597,7 juta dan tipe Kuro dihargai Rp 607,7 juta. Semua harga itu berstatus on the road Jakarta.

Akan tetapi fakta menunjukkan, penjualan mobil Mazda ke konsumen (ritel) di Indonesia sepanjang Januari hingga Maret masih anjlok. Dalam catatan Gaikindo selama tiga bulan pertama 2022 total jumlah penjualan ritel yang berhasil dikantongi Mazda hanya 377 unit.

Jumlah ini turun drastis sebesar 56,9% dibanding angka penjualan ritel yang berhasil koleksi selama periode sama tahun lalu. Sedangkan penjualan mobil Mazda dari pabrik ke diler (wholesales) selama tiga bulan pertama tahun ini tercatat hanya sebanyak 376 unit. Angka ini turun 62,3% dibanding wholesales sepanjang kurun waktu yang sama di 2021.

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

17 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

17 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

17 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

17 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago