Categories: Ekonomi Bisnis

PTPN V Catatkan Pendapatan Rp5,3 Triliun sepanjang 2020

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V berhasil membukukan pendapatan hingga Rp5,3 triliun sepanjang 2020 atau hampir 27 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,18 triliun. Raihan ini menasbihkan kinerja perusahaan tetap mumpuni saat pandemi.

Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko K Santosa di Pekanbaru, Ahad (31/1) mengatakan, raihan tersebut adalah buah kerja keras atas transformasi yang terjadi selama dua tahun terakhir.

"Sejak 2019 kami telah menancapkan pondasi kuat untuk mengubah PTPN V ke arah yang lebih baik. Ketaatan pada aturan, validitas data, transformasi digital, dan kembali ke khitah kami sebagai perusahaan perkebunan negara yang hadir untuk sawit rakyat, membantu kami dapat mengarungi tahun 2020 dengan baik hingga mencatatkan hasil yang positif," kata dia.

Jatmiko menjelaskan, pendapatan unaudit yang diraih pada 2020 itu juga tercatat melampaui target pemegang saham yang mematok pendapatan sebesar Rp4,6 triliun. Angka ini 14,37 persen melebihi ekspektasi shareholders. Dari pendapatan tersebut, Jatmiko mengatakan PTPN V berhasil mencatatkan Net Profit Margin 7,6 persen sehingga laba setelah pajak unaudit mencapai Rp405 miliar. Angka itu juga melonjak jauh dari raihan tahun sebelumnya sebesar Rp67,29 miliar.

"Kami bersyukur dari segi finansial laba setelah pajak tahun 2020 mencapai Rp405 miliar dan ini adalah rekor tertinggi sepanjang 12 tahun terakhir," ungkap Jatmiko.

Pencapaian finansial tersebut tidak terlepas dari produktivitas perusahaan yang juga mencatatkan rekor tertinggi.

"Alhamdulillah produktivitas tandan buah segar (TBS) sawit kami tertinggi sepanjang sejarah PTPN V berdiri mencapai 23,87 ton per hektare per tahun atau 0,46 persen di atas RKAPP dan meningkat 0,81 persen dibanding tahun sebelumnya," ujar Jatmiko.

Peningkatan produktivitas tersebut berbanding lurus dengan produksi TBS yang mencapai 1,59 juta ton di sepanjang 2020 atau meningkat dari tahun 2019 yang 1,46 juta ton. Sedangkan untuk produk utama seperti CPO dan PKO, PTPN V telah memproduksi hingga 544.010 ton CPO dan 107.875 ton PKO (palm kernel oil/minyak inti sawit) dengan masing-masing rendemen mencapai 21,39 persen atau  4,24 persen.

Sebagai perusahaan yang tumbuh bersama petani rakyat, PTPN V konsisten menyerap 950.783 ton TBS dari para petani mitra. Angka itu melengkapi total TBS yang diolah pabrik kelapa sawit PTPN V, baik dari kebun inti maupun dari para petani mitra dan pembelian pihak ke III yang mencapai 2,54 juta ton di sepanjang 2020.

"Alhamdulillah, praktis semua target 2020 terlampaui. Pendapatan, produktivitas, rendemen, pembelian TBS. In sya Allah PTPN V menjadi satu-satunya PTPN yang melewati semua parameter. Terima kasih atas tekad, semangat, dan perjuangan teman-teman semuanya. Kami menatap 2021 lebih optimis, termasuk rencana pemegang saham untuk menjadikan PTPN V sebagai perusahaan perkebunan negara yang perdana sahamnya dilepas kepada publik," tegas pria lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Lebih jauh, ia mendeskripsikan obituari PTPN V di tahun 2020 adalah program berkesinambungan sejak 2019. Menurutnya, Perusahaan tidak sekadar ingin bertahan di tengah pandemi, namun terus berupaya tumbuh dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui implementasi berbagai program, seperti PTPN V untuk Sawit Rakyat yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani.

Sehingga, saat pandemi melanda di tahun 2020, perseroan dapat bergerak cepat mengambil peran dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah.

"Hingga 2020, tak kurang 8.900 hektare perkebunan sawit rakyat dari 33 koperasi unit desa yang telah diremajakan oleh PTPN V. Hingga 2023 kami akan sampai 21 ribu hektare," jelas Jatmiko.

Menurutnya, pola single manajemen dan keberanian PTPN V dalam memberikan jaminan dan transparansi pembiayaan, jaminan bibit unggul dan jaminan produktivitas kepada para petani, menjadi alasan utama bagi para petani untuk meremajakan sawit mereka kepada perusahaan.

"Kami berikan jaminan produktivitas. Jika produktivitas sawit mitra berada di bawah standar nasional, kami ganti! 2019 kemarin, rerata produktivitas petani kita mencapai 23,25 ton TBS per hektare per tahun," kata dia.

Selain itu, Jatmiko juga menjelaskan jika perusahaan yang 100 persen telah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) tersebut turut menyiapkan bibit unggul bersertifikat bagi para petani. PTPN V telah membangun tujuh sentra yang menampung 1,5 juta bibit unggul dan siap untuk dilepas ke petani sawit Riau dengan harga yang murah.

Program lainnya, PTPN V juga memboyong teknologi pemetaan geospasial ke tengah perkebunan sawit plasma. Penggunaan teknologi drone dimaksudkan agar mendapatkan data yang presisi sehingga petani tidak salah mengambil langkah dalam berkebun.

"Saat ini realisasi peremajaan sawit rakyat PTPN V adalah yang terbesar di lingkungan Perkebunan negara, dan program PSR kita menjadi rujukan bagi PTPN grup. Bahkan, GAPKI turut mendukung dan mengapresiasi program yang telah kita jalankan saat ini," paparnya.

Tidak hanya berfokus pada sawit rakyat yang memang memegang porsi besar dalam industri sawit nasional, di tahun 2020 PTPN V juga menggandeng para UMKM lokal untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Seperti mengadakan kontrak kerja sama dengan pandai besi setempat untuk memasok seluruh alat panen Perusahaan.

"Tahun 2020 tahun perjuangan. Pandemi Covid 19 mengubah semuanya. Tapi PTPN V akan senantiasa menempuh berbagai langkah untuk dapat menjadi bagian dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang tengah digalakkan pemerintah," kata Jatmiko.(eca/ifr)

 

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Cabai Merah Turun Tajam, Harga Sembako Selatpanjang Tetap Stabil

Harga sembako di Pasar Selatpanjang awal Januari 2026 terpantau stabil. Cabai merah turun tajam, sementara…

6 jam ago

Tarik Dana Global, Arab Saudi Izinkan Investor Asing Masuk Pasar Modal

Arab Saudi membuka pasar modal bagi investor asing mulai 1 Februari 2026 dengan menghapus skema…

6 jam ago

Hyundai Perkenalkan Creta Alpha dengan Desain Eksklusif dan Teknologi Terkini

Hyundai resmi meluncurkan Creta Alpha secara daring. SUV B-Compact ini hadir dengan desain lebih premium,…

7 jam ago

Rupiah Tertekan di 2026, Berpotensi Bergerak hingga Rp17.500 per Dolar AS

Tekanan global diperkirakan masih membayangi rupiah pada 2026 dengan potensi pelemahan hingga Rp17.500 per dolar…

8 jam ago

Pemkab Siak Gelar Job Fit Isi SOTK Baru, 27 Pejabat Ikut Uji Kesesuaian

Pemkab Siak menggelar job fit pejabat eselon II untuk mengisi SOTK baru sekaligus mengevaluasi kinerja.…

8 jam ago

Singkirkan Raymond/Joaquin, Sabar/Reza Melaju ke 16 Besar Malaysia Open

Sabar/Reza melaju ke 16 besar Malaysia Open 2026 usai mengalahkan rekan senegara. Fajar/Fikri juga meraih…

8 jam ago