ILUSTRASI: RAHMAD/ADRI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pasang dalam (air pasang) yang disertai tingginya intensitas curah hujan belakangan ini sedikit membuat kebiasaan masyarakat berubah. Bila mana biasanya mereka setiap hari pergi ke kebun, kali ini hanya bila mereka mau saja. Hal itulah yang dilakukan Aan dan Adi warga Indragiri Hilir (Inhil) yang berprofesi sebagai petani kelapa.
”Sudah beberapa hari ini tak pergi ke kebun,” kata Aan kepada Adi.
Adi hanya menganggukkan kapala seolah setuju dengan apa yang dikatakan Aan. Namun, dalam hati Adi, kondisi itu bukan karena kesengajaan, melainkan akibat kondisi cuaca dan alama yang tidak menutu.
”Ya, namanya hujan. Jalan ke kebun kan terendam air. Ditambah lagi kondisi pasang dalam,” sahutnya.
Kala itu Adi tiba-tiba teringat sesuatu. Dia mulai sadar, ada kelapa yang sudah dipetik namun belum dibuka sabutnya. Adi yakin pasti kelapa itu sudah hanyut dibawa air pasang dalam.
”Alamak….!!! Aku lupa. Minggu lalu ada panen kelapa tua. Tapi belum disolak (buka, dalam bahasa Tembilahan),” tuturnya.
Lantas Aan, kembali bertanya dimana kelapa tersebut Adi letakan. Kalau posisinya di sebelah anak kanal, dapat dipastikan kelapa tersebut hanyut dibawa arus sungai/kanal.
“Ya, memang di sebelah kanal tempat biasa kita meletkkan sebelum dibuka kulitnya,” ujar Adi lesu.(ind)
Satpol PP-PKP Kabupaten Kuansing menjaring enam wanita penghibur (LC) dan menyita miras dalam razia pekat…
Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah, di mana dari 85 ton timbulan sampah…
Sebanyak enam bakal calon penghulu yang sempat gagal pada tahap pertama mengikuti tes mengaji susulan…
Pengecoran jalan akses Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang selesai 100 persen dan kini memasuki…
Sebanyak tujuh unit gudang di Kawasan Pergudangan Avian Jalan Siak II Pekanbaru ludes terbakar pada…
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi 39 ribu penerima…