PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kevin sangat takut disunat. Padahal dia sudah kelas 6 SD. Setiap ditawarin sunat massal, ada saja alasannya. Karena itu, orang tuanya pun mengiming-imingi Kevin dengan sepeda listrik jika ia bersedia disunat.
Mendengar itu, Kevin langsung semangat. Esok harinya, ia pergi menuju klinik sunat bersama orang tuanya. Di situ dia sudah mulai ketakukan.
Ia menjerit-jerit dan mencoba kabur. Namun dokter berusaha meyakinkan dan menenangkannya. Akhirnya ia pun mau berbaring di tempat tidur.
Belum diapa-apakan, tetiba saja bocah ini pingsan. Dipanggil-panggil tidak mendengar. Ayahnya menepuk-nepuk pipinya tapi tak direspon. Keluarganya pun panik.
Sampai akhirnya dokter bertanya pada Kevin, ”Emang nanti mau beli sepeda listrik ya sehabis sunat?” tanyanya pada Kevin yang terbaring pingsan.
Dengan mata tertutup, Kevin keceplosan menjawab, ”Mau dokter”.
Sontak orang tuanya dan dokter pun tertawa.
”Alamaaaak….!! Pura-pura pingsan kau Kevin,” ujar sang ayah.
Kevin yang ketahuan pun terlanjur malu. Ia lantas menangis dan memeluk sang ayah karena tetap saja takut disunat.(azr)
Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…
Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…
Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…