PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kevin sangat takut disunat. Padahal dia sudah kelas 6 SD. Setiap ditawarin sunat massal, ada saja alasannya. Karena itu, orang tuanya pun mengiming-imingi Kevin dengan sepeda listrik jika ia bersedia disunat.
Mendengar itu, Kevin langsung semangat. Esok harinya, ia pergi menuju klinik sunat bersama orang tuanya. Di situ dia sudah mulai ketakukan.
Ia menjerit-jerit dan mencoba kabur. Namun dokter berusaha meyakinkan dan menenangkannya. Akhirnya ia pun mau berbaring di tempat tidur.
Belum diapa-apakan, tetiba saja bocah ini pingsan. Dipanggil-panggil tidak mendengar. Ayahnya menepuk-nepuk pipinya tapi tak direspon. Keluarganya pun panik.
Sampai akhirnya dokter bertanya pada Kevin, ”Emang nanti mau beli sepeda listrik ya sehabis sunat?” tanyanya pada Kevin yang terbaring pingsan.
Dengan mata tertutup, Kevin keceplosan menjawab, ”Mau dokter”.
Sontak orang tuanya dan dokter pun tertawa.
”Alamaaaak….!! Pura-pura pingsan kau Kevin,” ujar sang ayah.
Kevin yang ketahuan pun terlanjur malu. Ia lantas menangis dan memeluk sang ayah karena tetap saja takut disunat.(azr)
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.