Categories: Sumatera

Preman Intimidasi Warga Pulau Rempang dengan Kekerasan, 3 Orang Luka-Luka

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Bentrokan terjadi lagi di Pulau Rempang, Batam. Sejumlah preman mengintimidasi warga di sana dengan merangsek masuk ke permukiman. Mereka melakukan tindakan kekerasan, dan warga melakukan perlawanan sehingga bentrokan tak terhindarkan lagi.

Persitiwa ini terjadi sekitar pukul 10.45 WIB sebagaimana diunggah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru di akun Instagramnya. Akibat aksi sejumlah preman itu, tiga warga Rempang mengalami luka-luka. Salah satu di antaranya seorang ibu yang mengalami luka hingga tangannya patah.

“Warga Rempang kembali mengalami tindakan kekerasan dari preman. Mereka semakin brutal untuk merampas ruang hidup warga Rempang,” tulis keterangan LBH Pekanbaru, Rabu (18/9/2024).

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah preman berpakaian dominan berwarna hitam menunjuk-nunjuk warga Rempang. Tak lama, kericuhan langsung terjadi.

“Akibatnya, tiga orang warga Rempang mengalami luka-luka dan belasan lainnya terlibat bentrokan dan pemukulan,” lanjut keterangan LBH Pekanbaru.

Atas kejadian itu, Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang menuntut sejumlah hal.

Pertama, menghentikan cara-cara intimidasi atau kekerasan pada masyarakat. Kedua, menghentikan pembangunan PSN Rempang Eco City. Ketiga, Meminta kepolisian untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat sebagaimana tugas pokok dan fungsinya.

Untuk diketahui, masyarakat Rempang masih terus dihantui pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City. Proyek ini telah dikecam banyak pihak, salah satunya Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) dan Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Mereka mengecam proyek strategis nasional (PSN) di Pulau Rempang, Kota Batam, yang telah mengerahkan kekuatan aparat untuk menggusur warga lokal secara berlebihan.

Pemerintah diminta mengevaluasi dan membatalkan proyek yang menggusur warga asli Pulau Rempang tersebut. Dalam rilis resmi yang ditandatangani Ketua LHKP Muhammadiyah Ridho Al-Hamdi dan diketahui Ketua Umum PP Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Hikmah Busyro Muqoddas, proyek di Pulau Rempang amat bermasalah.

“Proyek Rempang Eco-city merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sangat bermasalah,” tulis Ridho dalam rilis yang diterima wartawan, Kamis (14/9).

Sumber: jawapos.com

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kementerian Agama Gandeng BPJS Lindungi Dai 3T di Riau

Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…

16 jam ago

Agung Nugroho Targetkan 5.000 Warga Ramaikan Petang Belimau

Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…

16 jam ago

Pemuda Padel Hadirkan Lapangan Super Panoramik di Pekanbaru

Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…

16 jam ago

Imlek 2026, JNE Hadirkan Barongsai dan Banjir Promo hingga 77 Persen

JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…

16 jam ago

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026, Touring Seru Plus Edukasi Safety

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…

17 jam ago

Jantung hingga Kanker, Biaya Penyakit Kronis Tembus Rp50 Triliun

BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.

17 jam ago