Categories: Siak

Harimau Sumatera Sering Melintas di Mengkapan, BBKSDA Riau Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kemunculan Harimau Sumatera di sekitar jalan lintas Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, kembali dilaporkan warga. Menindaklanjuti informasi tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan ke lokasi pada Senin (20/7/2026).

Kepala BBKSDA Riau Supartono membenarkan adanya laporan warga mengenai kemunculan satwa liar dilindungi tersebut. Berdasarkan keterangan masyarakat, seekor Harimau Sumatera telah beberapa kali terlihat melintas di sekitar jalan lintas Desa Mengkapan.

Salah satu kemunculan harimau dilaporkan terjadi pada 14 Juli 2026. Saat itu, satwa tersebut disebut berpapasan dengan seorang pekerja kebun bernama Agus.

Informasi lain juga diperoleh BBKSDA Riau terkait kemunculan harimau pada 18 Juli 2026. Pada siang hari, dua warga melihat seekor harimau di sekitar Kilometer 4 Desa Mengkapan.

Menurut keterangan yang diterima, harimau tersebut terlihat melompat dari parit yang berada di seberang jalur pipa menuju badan jalan. Namun, satwa itu kemudian kembali ke arah parit setelah berpapasan dengan kendaraan yang dikemudikan Amir, salah seorang warga.

“Namun, saat berpapasan dengan kendaraan yang dikendarai Bapak Amir (warga, red), harimau tersebut kembali ke arah parit dan tidak melanjutkan penyeberangan. Dalam kejadian tersebut, satwa tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap kendaraan maupun pengemudi,” ujar Supartono.

Tim BBKSDA Riau kemudian melakukan pengecekan di sekitar lokasi berdasarkan laporan tersebut. Namun, petugas tidak menemukan jejak maupun tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di lokasi.

Dari hasil pengumpulan informasi di lapangan, warga bernama Gianto juga menyebutkan bahwa kemunculan harimau di kawasan tersebut bukan merupakan kejadian baru. Satwa tersebut disebut telah beberapa kali melintas di sekitar wilayah itu.

“Satwa tersebut diketahui beberapa kali melintas di kawasan tersebut, namun selama ini tidak pernah menunjukkan perilaku menyerang masyarakat,” sambung Supartono.

Meski belum ditemukan tanda keberadaan harimau saat pengecekan dilakukan, BBKSDA Riau tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan di lokasi juga akan terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pihak terkait lainnya.

Supartono mengatakan, langkah mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar juga akan terus dilakukan. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah kejadian yang tidak diinginkan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas seorang diri di area yang berpotensi menjadi lintasan satwa liar, terutama pada sore hingga malam hari, melakukan patroli siskamling dimalam hari,” ujar Supartono.

BBKSDA Riau juga meminta masyarakat segera menyampaikan laporan kepada petugas atau aparat setempat jika melihat keberadaan Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya di sekitar permukiman atau lokasi yang menjadi tempat aktivitas warga.

Redaksi

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

8 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

9 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

10 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

10 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

10 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

10 jam ago