Satu unit truk pembawa CPO terjebak di kubangan lumpur, jalur ruas provinsi Sontang-Duri tepatnya di jalan penghubung Desa Sontang-Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul, Ahad (6/9/2026). (Warga Sontang untuk Riau Pos)
PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Jalan provinsi Sontang-Duri yang menghubungkan Desa Sontang dengan Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kembali rusak. Hujan yang mengguyur beberapa pekan lalu menggerus material timbunan hingga sejumlah bagian badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur dan menyulitkan truk bermuatan berat melintas.
Kondisi tersebut terlihat saat dilakukan pemantauan di lapangan, Ahad (6/9). Ruas jalan yang sebelumnya dapat dilalui dari dua arah kini seolah terbagi menjadi dua bagian.
Satu sisi badan jalan dipenuhi lumpur, sedangkan sisi lainnya masih relatif keras dan dapat dilewati kendaraan kecil. Truk pengangkut CPO, cangkang sawit dan logistik lainnya pun harus lebih berhati-hati saat melintas.
Sejumlah truk bahkan kehilangan daya cengkeram ketika melewati bagian jalan yang berlumpur. Kendaraan yang terjebak terpaksa menunggu bantuan kendaraan lain untuk ditarik keluar sehingga perjalanan menuju Duri menjadi lebih lambat.
Padahal, jalan tersebut sebelumnya telah mendapat penanganan darurat. Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau melakukan penimbunan pada tiga titik pada awal Agustus lalu.
Namun, material tanah kembali tergerus setelah hujan turun. Akibatnya, beberapa titik kembali mengalami kerusakan berat dan menjadi medan sulit bagi kendaraan bertonase besar.
Warga Desa Sontang, Asman, mengatakan kerusakan kembali terjadi tidak lama setelah jalan ditimbun. Ia menyebut hujan membuat tanah timbunan kembali terkikis.
“Setelah ditimbun memang sempat bisa dilewati. Tapi begitu hujan turun, tanah timbunannya tergerus lagi. Sekarang jalannya terbelah, truk banyak yang terjebak di lumpur, sedangkan jalur mobil kecil masih aman dilewati,” ungkap Asman kepada Riau Pos, Ahad (6/9).
Menurut Asman, ruas Sontang-Duri merupakan jalur vital yang menghubungkan Rohul dengan Bengkalis, terutama menuju Kota Duri. Jalan tersebut juga menjadi akses penting untuk aktivitas ekonomi dan distribusi barang masyarakat.
“Ini jalur vital dan jalur ekonomi masyarakat. Kami berharap jangan hanya ditimbun tanah lagi. Kalau setiap hujan rusak kembali, masalahnya tidak akan selesai. Jalan provinsi Sontang-Duri perlu penanganan permanen,” tegasnya.
Keluhan juga disampaikan Elfin, sopir truk pengangkut sawit. Ia mengatakan kondisi jalan yang berlumpur sangat menyulitkan kendaraan berat, terutama saat membawa muatan penuh.
“Salah ambil jalur bisa langsung terjebak. Truk yang membawa muatan berat paling sulit keluar kalau sudah masuk lumpur,” keluh Elfin saat dikonfirmasi Riau Pos, Ahad (6/9).
Selain memperlambat perjalanan, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kendaraan mengalami kerusakan. Sopir harus cermat memilih jalur dan terkadang menunggu bantuan untuk menarik truk yang terpuruk.
“Kalau sudah terjebak, mau tidak mau harus ada yang membantu menarik. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki an dibangun permanen pada titik yang rusak berat, karena setiap hari kami melewati jalur ini,” ujarnya. (epp)
Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…
Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…
Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…
Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…
HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…
PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…