Sejumlah siswa saat mendengarkan penjelasan Bupati Siak Alfedri tentang Program Betunas bagi anak PKH di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Selasa (7/5/2024). (MONANG LUBIS/RIAU POS)
SIAK (RIAUPOS.CO) – Pemerataan dalam mendapatkan pendidikan yang layak bagi anak-anak Siak menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak.
Pada 2024 ini, Pemkab Siak kembali memberikan beasiswa bagi masyarakat yang masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Program melahirkan generasi emas dan SDM terbaik bagi anak-anak keluarga harapan dalam menggapai cita-cita, diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh bagi yang terpilih dan lolos. “Kami menginginkan ada pemerataan karena semua anak berhak mendapatkan pendidikan terbaik, selagi sang anak mampu dan memiliki keinginan yang kuat untuk terus maju, menggali potensi diri,” kata Bupati Alfedri.
Pemkab Siak akan terus mendorong anak-anak Siak meningkatkan kapasitas diri, menjadi manusia unggul diperhitungkan dan membanggakan Kabupaten Siak.
Program Beasiswa untuk Anak Siak (Betunas) ini, memasuki tahun keempat, tahun 2021 sampai dengan 2024. “Program ini kami siapkan bagian dari inovasi dalam melahirkan satu rumah di keluarga PKH ada satu sarjana,” sebutnya di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II Kecamatan Mempura, Selasa (7/5) lalu.
Betunas merupakan investasi pendidikan jangka panjang, disiapkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak PKH. “Kami berharap anak yang dibiayai kuliahnya, setelah bekerja ia bisa membantu ekonomi keluarganya,” sebutnya.
Betunas setiap tahun terus mengalami peningkatan, dan yang mendaftar juga mengalami peningkatan. Tahun 2024 ini tercatat 441 siswa yang mendaftar. “Tahun lalu kami siapkan untuk 230 orang, tahun ini kami tambah untuk 250 orang,” terang bupati.(gem)
Laporan MONANG LUBIS, Siak
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…
Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…
Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…
Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…
Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…