Wabup Rohul H Syafaruddin Poti beserta rombongan disambut oleh tuan guru, mursyid dan jemaah Tareqat Naqsabandiyah saat menghadiri Haul ke-66 Syekh Muhammad Noer Rokan di Madrasah Suluk Serambi Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kamis (9/7/2026). Prokopim Setda Rohul untuk Riau Pos
ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terus mengoptimalkan peran 145 Masjid Paripurna yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan melalui pelaksanaan Gerakan Salat Subuh Berjemaah (GSSB). Program ini digelar secara bergilir dua kali setiap bulan sebagai upaya memperkuat syiar Islam sekaligus meningkatkan fungsi masjid di tengah masyarakat.
Selain mendorong masyarakat untuk lebih aktif beribadah, program tersebut juga diarahkan agar masjid menjadi pusat pembinaan umat, mempererat silaturahmi, serta menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Komitmen itu kembali ditegaskan Wakil Bupati Rokan Hulu, H Syafaruddin Poti SH MM, saat menghadiri Haul ke-66 Syekh Muhammad Noer Rokan di Madrasah Suluk Serambi Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, Kamis (9/7). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan tuan guru, mursyid, dan jemaah Tariqat Naqsabandiyah.
Menurut Syafaruddin Poti, Gerakan Salat Subuh Berjemaah bukan hanya sebatas kegiatan ibadah. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia menjelaskan, program 145 Masjid Paripurna merupakan salah satu program unggulan yang mendukung visi dan misi Bupati Rokan Hulu Anton bersama Wakil Bupati. Melalui program tersebut, setiap desa dan kelurahan memiliki satu masjid paripurna yang ditetapkan berdasarkan usulan kepala desa maupun lurah.
“Masjid paripurna diharapkan menjadi pusat berbagai aktivitas keagamaan dan sosial kemasyarakatan, mulai dari GSSB, pengajian rutin, tabligh akbar, majelis taklim hingga kegiatan pembinaan umat lainnya. Melalui GSSB dua kali sebulan secara bergilir, kita ingin membangun Rokan Hulu yang religius, harmonis dan peduli terhadap sesama,” ujar Syafaruddin Poti.
Ia menambahkan, pelaksanaan GSSB yang telah berjalan selama ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan jemaah masjid di berbagai wilayah.
“Melalui program ini kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, penguatan nilai-nilai keagamaan serta pemberdayaan sosial masyarakat,” tegasnya.(epp)
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…
Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…
KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…
Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…