Kepala DKPTPH Kabupaten Pelalawan H Zulkifli MSi
PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) – Impian Kabupaten Pelalawan menjadi daerah penghasil swasembada pangan beras sampai saat ini belum terwujud. Di mana dengan hamparan sawah terluas di Provinsi Riau sebanyak 5.008 hektare, Pelalawan masih mendatangkan beras dari luar daerah.
Guna mengejar target yang diinginkan, Pemkab Pelalawan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten Pelalawan akan terus melakukan terobosan baru dengan melakukan penanaman padi sebanyak dua kali dalam setahun.
“Memang stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat belum mencukupi, terpaksa kita masih mendatangkan beras dari luar Provinsi Riau. Beras yang kita datangkan dari Provinsi Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan,” kata Kepala DKPTPH Kabupaten Pelalawan H Zulkifli MSi, Jumat (26/1).
Diungkapkannya, kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Pelalawan pertahun kurang lebih 27 ribu ton. Sedangkan beras asal Kabupaten Pelalawan sendiri yang bisa dipenuhi para petani hanya baru kurang lebih 15 ribu ton.
Alhasil, guna memenuhi kebutuhan beras, Pemkab Pelalawan mendatangkan beras dari luar daerah.
“Untuk lahan pertanian yang tersedia saat ini, kalau lahan pertanian seluas 7.960 hektare. Di mana baru difungsikan seluas 5.008 hektare. Dalam setahun, para petani hanya menanam sebanyak sekali. Makanya untuk mewujudkan Kabupaten Pelalawan sebagai daerah swasembada pangan beras belum bisa saat ini,” ujarnya.
Terkait beras asli Kabupaten Pelalawan sudah dirasakan masyarakat Negeri Seiya Sekata ini. Zulkifli menambahkan, beras asli Kabupaten Pelalawan belum bisa dirasakan oleh masyarakat, hanya masyarakat tempatan yang memproduksi saja yang bisa merasakan beras tersebut.
Salah satunya masyarakat Kecamatan Kuala Kampar saja. Beras dari Pelalawan banyak dikirim keluar Kabupaten Pelalawan yakni Kabupaten Kepulauan Meranti dan Provinsi Kepulauan Riau.
“Memang betul, hanya 5 persen saja masyarakat Kabupaten Pelalawan yang merasakan beras Penyalai. Untuk mewujudkan swasembada pangan beras, saat ini kami akan membuat terobosan baru. Di mana kita minimal memakai IP 200 (dua kali setahun menanam, red), pemeliharaan tanaman secara intensif untuk meningkatkan produksi padi, ekstensifikasi lahan baru dan manfaatkan lahan tidur. Semoga impian kita mewujudkan swasembada pangan beras terealisasi ke depannya,” ucap Zulkifli.(gem)
Laporan MUHAMMAD AMIN, Pangkalankerinci
Maha Vihara Maitreya Pekanbaru mengenalkan makanan vegetarian melalui bazar Waisak dengan 47 stan kuliner dan…
DPRD Bengkalis menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait listrik kepada PLN, mulai dari pemadaman hingga desa…
PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…
Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…
Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…
Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…