Polsek Kuantan Mudik membakar rakit PETI di wilayah PT Karta Tama Bakti Mulya di Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Sabtu (23/5/2026). Polsek Kuantan Mudik untuk Riau Pos
KUANTAN MUDIK (RIAUPOS.CO) – POLSEK Kuantan Mudik menertibkan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan areal perkebunan PT Karya Tama Bakti Mulya (KTBM), Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Sabtu (23/5) sore. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan lima unit rakit PETI di lokasi.
Kegiatan penertiban dipimpin langsung Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar Butar SH MH bersama personel gabungan Polsek Kuantan Mudik.
Penindakan dilakukan setelah adanya laporan dari pihak PT KTBM terkait dugaan aktivitas PETI di kawasan perkebunan milik perusahaan tersebut. Sekitar pukul 14.30 WIB, tim bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan roda empat.
Saat tiba di lokasi tepatnya di kawasan Sungai Okam, Bukit Tiga Putri, areal perkebunan PT KTBM Desa Pantai, petugas menemukan lima unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi. Lokasi tersebut diketahui sebelumnya juga pernah dilakukan penertiban.
Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar Butar mengatakan, langkah penertiban ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus menindak aktivitas ilegal yang berpotensi merusak lingkungan.
“Polsek Kuantan Mudik bersama personel melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di areal perkebunan PT KTBM. Di lokasi ditemukan lima unit rakit PETI yang tidak beroperasi,” ujar AKP Riduan Butar Butar, Ahad (24/5).
Ia menjelaskan, rakit beserta peralatan PETI yang ditemukan langsung dimusnahkan dengan cara dirusak dan dibakar agar tidak dapat digunakan kembali.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus pencegahan agar aktivitas PETI tidak kembali beroperasi di wilayah hukum Polsek Kuantan Mudik.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak menemukan pelaku di lokasi sehingga tidak ada pihak yang diamankan. Sementara itu, barang bukti juga tidak ada karena seluruh peralatan yang ditemukan langsung dimusnahkan di tempat. (dac)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…