Personel Polsek Benai merazia lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Gunung Kesiangan, Selasa (17/12/2024). Sebanyak lima rakit PETI pun dibakar aparat. (Humas Polres Kuansing)
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Polsek Benai menggelar operasi penertiban terhadap kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Gunung Kesiangan, Kecamatan Benai, pada Selasa (17/12/2024).
Operasi yang dipimpin oleh Kapolsek Benai, Iptu A Candra Widodo SH, ini melibatkan sejumlah anggota seperti Ps Kanit Provos Aiptu Ade Irwandi, Ps Kanit Reskrim Aipda Ary Army RP SE, serta Brigadir Marliwen. Tim bertolak ke lokasi dengan untuk merazia aktivitas ilegal tersebut.
Penertiban ini dilaksanakan berdasarkan laporan warga yang mengeluhkan kerusakan lingkungan dan pencemaran sumber air akibat PETI. Masyarakat setempat sangat terganggu dengan kondisi ini, yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem.
Namun, saat tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, mereka tidak menemukan aktivitas PETI yang sedang berlangsung. Diduga, para penambang ilegal sudah mengetahui kedatangan petugas dan segera menghentikan kegiatan mereka sebelum penertiban dilakukan. Meskipun demikian, tim tetap melanjutkan upaya penegakan hukum dengan menghancurkan dan membakar lima unit rakit yang digunakan dalam penambangan ilegal tersebut, untuk memastikan alat tersebut tidak dapat digunakan lagi.
Selain penertiban fisik, petugas juga melakukan sosialisasi kepada warga setempat, mengingatkan mereka untuk tidak terlibat dalam PETI dan untuk melaporkan kegiatan ilegal tersebut jika ditemukan di masa depan. Kapolsek Benai, Iptu A Candra Widodo, menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang berani melaporkan aktivitas ilegal ini dan berharap kerjasama ini akan terus berlanjut.
“Kami berharap warga tetap aktif melaporkan dan tidak segan-segan memberikan informasi kepada kami jika ada aktivitas PETI. Kami akan terus memantau dan menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang terjadi,” tegas Kapolsek.
Dalam penertiban tersebut, tim Polsek Benai menghadapi tantangan berupa kondisi medan yang sulit dijangkau dan luasnya area yang mempermudah para pelaku untuk melarikan diri. Namun, Polsek Benai berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan masyarakat guna mencegah terulangnya aktivitas PETI di wilayah tersebut.
Kegiatan penertiban ini berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan situasi yang aman dan terkendali. Polsek Benai memastikan bahwa mereka akan terus menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah hukum mereka, serta melindungi lingkungan dari dampak buruk PETI.
Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…
HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…
Karhutla di Desa Karya Indah, Tapung, Kampar, memasuki hari keempat. Api padam, tetapi sejumlah titik…
Job Fair Rohul 2026 digelar 12 Oktober untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan…
BGN Kuansing meminta SPPG memperketat pemeriksaan menu MBG untuk mencegah makanan basi atau kedaluwarsa yang…
Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…