Penampakan seekor buaya mendarat di hamparan pasir pulau Tepian Lubuak Sobae Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, Sabtu (30/5/2026) siang. ( Plt Camat Kuantan Hilir untuk Riaupos.co)
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) Warga di Kecamatan Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang diminta meningkatkan kewaspadaan setelah seekor buaya kembali terlihat di kawasan arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah. Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di sekitar lokasi tersebut demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Buaya tersebut terlihat berada di hamparan pasir yang berada di seberang Sungai Kuantan, tepatnya di wilayah Desa Pelukahan, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang. Lokasinya berada di antara pancang ketiga dan keempat arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah. Hewan itu tampak berjemur selama beberapa menit sebelum akhirnya kembali masuk ke Sungai Kuantan.
Penampakan terakhir buaya tersebut terjadi pada Sabtu (30/5) setelah salat Zuhur. Warga yang berada di sekitar lokasi melihat buaya itu sedang berjemur di hamparan pasir pulau arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah.
” Warga melihat buaya itu sedang berjemur di hamparan pasir pulau arena pacu jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah,” ujar Plt Camat Kuantan Hilir, Rahman Candra SE, Ahad (31/5) petang.
Menurut keterangan warga, kemunculan buaya itu sudah sering terlihat dalam sepekan terakhir. Warga menduga hewan tersebut merupakan buaya yang dikenal dengan sebutan “Beni”.
Buaya Beni diketahui telah lama muncul di kawasan arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah sejak masih berukuran kecil. Karena dianggap tidak mengganggu, sebagian warga yang melihatnya bahkan kerap memberikan makanan berupa perut ikan.
Meski diduga merupakan buaya Beni, Rahman Candra mengingatkan bahwa satwa tersebut kini tidak lagi kecil. Ukurannya sudah jauh lebih besar dan tetap merupakan hewan buas yang berpotensi membahayakan.
“Saya mengimbau agar warga sekitar Tepian Lubuak Sobae berhati-hati dan waspada. Bagaimanapun itu adalah seekor buaya, binatang pemangsa,” tegas Rahman.
Ia menyebutkan, buaya yang belakangan sering terlihat berjemur itu diperkirakan memiliki panjang lebih dari dua meter dengan ukuran tubuh yang cukup besar.
Atas kondisi tersebut, pihak kecamatan telah melaporkan kemunculan buaya itu kepada BPBD Kuantan Singingi agar dapat ditindaklanjuti dan dicarikan solusi yang tepat.
Terlebih lagi, musim Pacu Jalur akan segera dimulai. Pada masa persiapan tersebut, anak-anak pacuan biasanya rutin berlatih di Sungai Kuantan sebelum mengikuti perlombaan.
“Anak pacuan sudah akan sering latihan di Sungai Kuantan, sementara sekarang buaya sering muncul. Ini harus dicarikan solusinya meski sekarang belum mengganggu warga,” kata Rahman. (dac)
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…