Categories: Kepulauan Meranti

Prevalensi Tengkes Masih 17 Persen

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka mempercepat penyusunan laporan dan evaluasi program kerja penurunan tengkes 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melaksanakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Percepatan Pelaporan delapan Aksi Konvergensi di Selatpanjang, Senin (29/1). 

Rapat Koordinasi dipimpin Plt Bupati Kepulauan Meranti H Asmar selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (Tengkes) di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Asmar menyampaikan, percepatan penurunan tengkes ini merupakan progam prioritas nasional, merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Tengkes.

Implementasi dari peraturan presiden tersebut adalah telah disusun rencana aksi nasional pasti (ran-pasti) sebagai pedoman dan panduan bagi pemerintah pusat, daerah hingga level desa dalam melaksanakan program percepatan penurunan tengkes.

“Tengkes ini dampaknya terlalu besar jika diabaikan, untuk jangka panjang kita tidak bisa mengukur dalam jangka waktu yang sebentar, banyak aspek yang perlu diperhatikan, antaranya aspek kesehatan, aspek keluarga dan perilaku, ini perlu menjadi perhatian bersama sehingga kedepannya kita bisa merunut dan menyusun penanganan terbaik untuk kasus stunting yang ditemukan,” jelasnya.

Asmar juga meminta komitmen dan keseriusan semua OPD pengampu dalam percepatan penurunan angka tengkes di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Padahal kata dia, presiden telah menetapkan target prevalensi stunting di angka 14 persen sedangkan Kepulauan Meranti masih berada di angka 17 persen.

“Artinya kita masih memiliki 3 persen PR penurunan angka tengkes, kalau bisa lebih kurang dari itu seperti kabupaten lainnya yang bisa menurunkan angka tengkes hingga di 8 persen. Saya harap semua OPD yang terlibat dapat berkontribusi dan memberikan aksi nyata, ini tugas kita bersama, kerja sama tim, kalau kerja satu-satu tidak selesai nanti, kita berharap upaya-upaya penurunan tengkes ini dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Kepala Bappedalitbang Dr Abu Hanifah dalam laporannya juga menyampaikan, rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk menyinergikan dan menguatkan peran TPPS serta Penyusunan Kerja 4 Bidang TPPS tahun 2024.

“Pertemuan ini untuk menyinergikan dan menguatkan peran kita semua dalam percepatan penurunan tengkes, selain itu juga untuk review kinerja TPPS ditahun 2023 dan melihat sejauh mana progress penginputan dan pelaporan kerja TPPS di web Monitoring dan Evaluasi Ditjen Bangda,” jelasnya.

Tengkes merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah  standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan  urusan  pemerintahan di bidang kesehatan.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Buaya Muara Keluar dari Sungai, Warga Desa Undan Sampai Lari Menyelamatkan Diri

Buaya muara berukuran besar masuk perkampungan Desa Undan, Inhil, hingga mengejar warga sebelum akhirnya berhasil…

6 menit ago

KPK Dalami Tiga Pertemuan Suhardiman Amby dengan Menteri Kehutanan

KPK mengungkap tiga pertemuan Suhardiman Amby dan Raja Juli Antoni, termasuk dugaan penyerahan uang 14.000…

45 menit ago

Tragedi Pagi di Pekanbaru, Rosdiana Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibacok Mantan Suami

IRT di Pekanbaru tewas diduga dibacok mantan suami. Polisi mengamankan pelaku dan sebilah parang dari…

16 jam ago

Terjebak Perangkap, Monyet Liar yang Diduga Serang 18 Warga Masih Diperiksa

Monyet liar tertangkap setelah diduga menyerang 18 warga Tembilahan. BBKSDA masih memastikan apakah satwa itu…

22 jam ago

Kasus Korupsi Dana PI 10 Persen PHR Bergulir, Kejati Riau Tetapkan 9 Tersangka Baru

Kejati Riau menetapkan 9 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana PI 10 persen PHR…

23 jam ago

Teror Monyet Berakhir, Dokter Hewan Ungkap Dugaan Alasan Satwa Ini Menyerang Warga

Monyet penyerang 18 warga di Tembilahan akhirnya ditangkap. Dokter hewan mengungkap sejumlah dugaan penyebab satwa…

23 jam ago