Categories: Kampar

Bangkinang Perlu Lima Titik Shortcut Atasi Banjir

(RIAUPOS.CO) – BANJIR yang menerpa Kota Bangkinang, Kabupaten Kampar selama dua tahun terakhir ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Kepala Dinas PUPR Kampar Afdal menyebutkan, untuk mengatasi banjir yang selalu datang saat hujan deras, diperlukan adanya pembangunan drainase pintar (shortcut) yang berfungsi sebagai pembuangan air ke Sungai Kampar.

Karena menurut Afdal, banjir yang terjadi di Bangkinang saat ini, salah satu faktornya disebabkan masih kurangnya pintu keluar air menuju pembuangan akhir ke Sungai Kampar. ''Setidaknya perlu pembangunan lima titik shortcut untuk pengaliran air ke Sungai Kampar,'' ujarnya Sabtu (27/3).

Namun lanjut dia, pembangunan jalur pembuangan air baru tersebut tidaklah mudah. Selain anggarannya cukup besar, ada berbagai macam persyaratan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPKL-UPL) dari BPS yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

''Banjir Bangkinang ini merupakan akumulasi dari berbagai permasalahan lama. Apalagi cuaca sekarang ekstrim, tentu curah hujan saat ini sangat tinggi. Sementara, kapasitas drainase itu fungsinya cuma mengalirkan, tidak bisa mengurangi jumlah air yang turun,'' terangnya.

Kota Bangkinang sendiri, lanjutnya, sejak awal pembangunannya tidak banyak berubah. Begitu juga drainase-drainase yang ada saat ini merupakan desain yang sudah berusia puluhan tahun. Maka tidak heran, pembangunan drainase puluhan tahun silam itu tidak memperhitungkan kondisi yang terjadi saat ini. Pemukiman makin padat, hingga daerah tangkapan air jauh berkurang.(lim)

 

Laporan HENDARAWAN KARIMAN, Bangkinang

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

2 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

2 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

2 hari ago