Categories: Kampar

45 Kades Bermasalah Tetap Dilantik

 

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Kampar tetap akan melantik 45 dari 53 kepala desa (kades) bermasalah yang memperoleh perpanjangan masa jabatan selama dua tahun pada pekan keempat Agustus 2025.

Keputusan ini diambil meski sebagian besar calon kades masih menghadapi persoalan administrasi maupun temuan keuangan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Sekretaris Daerah (Sekdakab) Kampar Hambali, mengungkapkan, dari 53 kades yang akan dilantik, hanya delapan orang yang dinyatakan benar-benar bersih dari permasalahan. Sementara itu, 45 calon lainnya masih menyisakan berbagai persoalan, mulai dari ketidaktertiban administrasi hingga temuan keuangan dengan nilai cukup besar.

‘’Nilai temuan ini bervariasi. Ada yang kecil, sekitar Rp800 ribu, namun ada juga yang mencapai Rp800 juta. Semuanya saat ini masih dalam proses penyelesaian,’’ jelas Hambali di ruang kerjanya, Senin (25/8).

Menurut Hambali, pelantikan tetap digelar sesuai jadwal karena adanya Surat Edaran (SE) dari Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) yang menginstruksikan agar tahapan tersebut tidak boleh ditunda.

‘’Sebagai langkah antisipasi, para calon kades yang bermasalah diminta menandatangani surat pernyataan untuk menyelesaikan kewajibannya dalam jangka waktu tertentu setelah dilantik,’’ tegasnya.

Ia menambahkan, apabila kewajiban itu tidak dipenuhi, Bupati memiliki kewenangan untuk memberhentikan mereka dari jabatan.

Lebih jauh, Sekdakab juga menyinggung adanya seorang calon kades yang saat ini tengah menjalani proses hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar. Meski demikian, setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, yang bersangkutan tetap diperbolehkan mengikuti prosesi pelantikan.

‘’Ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh kepala desa agar lebih tertib dalam mengelola administrasi dan anggaran desa. Pengelolaan dana desa harus sesuai aturan yang berlaku demi kepentingan masyarakat,’’ ujar Hambali.

Dengan kebijakan ini, Pemkab Kampar berharap roda pemerintahan desa tetap berjalan normal dan pelayanan masyarakat tidak terhambat, sembari memastikan seluruh kewajiban hukum maupun administrasi diselesaikan tuntas oleh para kades yang baru dilantik.

Sebagai informasi, kepala desa yang masa jabatannya berakhir antara 1 November 2023 hingga 31 Januari 2024 dapat dikukuhkan kembali dan diberikan perpanjangan masa jabatan selama dua tahun. Perpanjangan ini dihitung sejak tanggal pengukuhan atau pelantikan ulang oleh Bupati.(hen)

Laporan KAMARUDDIN, Bangkinang






Reporter: Kamaruddin

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago