kampar-data-474-kendaraan-dinas
KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar sedang menggesa pendataan ulang sebanyak 474 kendaraan dinas yang saat ini di sejumlah dinas dan juga yang digunakan para pejabat publik di Kampar.
Hal ini dilakukan setelah ada desakan dari DPRD Kampar yang membentuk Pansus Aset Daerah. Pada pertemuan awal pekan ini bersama Pansus, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs H Yusri MSi berjanji akan segera menyelesaikan pendataan tersebut.
"Sesuai permintaan kami akan menyelesaikan pendataan ini. Kalau data awal yang saya terima ada sekitar 474 unit kendaraan dinas. Tapi jumlahnya bisa lebih. Maka dalam beberapa hari ke depan, pendataan ini akan kami selesaikan," beber Yusri, Rabu (25/8).
Yusri menyambut baik inisiasi dari para wakil rakyat untuk menginventarisir dan mengorganisir ulang sejumlah aset daerah. Tidak hanya aset bergerak seperti kendaraan dinas, tapi juga asat tanah dan bangunan. "Kami tentu akan bekerja sama dengan Pansus semaksimal mungkin guna menginventarisir aset-aset milik daerah ini," terang Yusri.
Ketika ditanya terkait jumlah kendaraan dinas yang mencapai 474 unit, tidak semua menurut Yusri dalam bentuk mobil dinas atau mobil operasional instansi. Angka itu juga termasuk kendaraan angkut yang jumlahnya memang tidak sedikit. Adanya, dari jumlah itu, merupakan bekas kendaraan dinas para pejabat yang sudah pensiun atau habis masa tugasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kampar yang juga Ketua Pansus Aset Daerah Ansor meminta Pemkab melengkapi data kendaraan dinas yang ada di Kampar.(end)
Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…
Puluhan warga kepung Kantor Desa Belantaraya, tuntut kades mundur dan penyelesaian sengketa lahan yang memanas.
PLN UIP Sumbagteng gandeng Kejagung perkuat pengamanan proyek listrik di Riau dan Jambi guna pastikan…
Suzuki Trada gelar test drive Fronx berhadiah mobil, motor, hingga iPhone 17 Pro. Program berlangsung…
PKL di Pekanbaru kerap kembali berjualan meski ditertibkan. DPRD menilai pengawasan belum konsisten dan perlu…
Sebanyak 402 siswa SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru ikuti USM LSP-P1 dan UKK Mandiri sebagai bekal…