Asisten I Setda Kampar Ahmad Yuzar, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Setiawan Hadi Nugroho, Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja menghadiri komunikasi sosial (komsos) membahas dampak perubahan iklim di ruang data Kodim 0313/Kampar secara zoom meeting, Senin (22/1/2024). (Diskominfo Kampar untuk RiauPos.CO)
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Asisten I Setda Kampar Ahmad Yuzar menghadiri komunikasi sosial (komsos) dengan aparat pemerintahan dengan tema ‘’TNI AD Bersama Rakyat Siap Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Global’’ yang digelar Kodim 0313/Kampar di ruang Data Kodim 0313/Kampar secara zoom meeting, Senin (22/1).
Dandim 0313/KPR Letkol Inf Setiawan Hadi Nugroho menyampaikan, komunikasi sosial dilakukan agar terjalin sinkronisasi program dan kegiatan pemerintah pusat dengan daerah. Melalui komunikasi sosial TNI dan aparat pemerintah, khususnya Kabupaten Kampar dapat mencari solusi dan menyamakan persepsi dalam menyelesaikan permasalahan dampak perubahan iklim global di daerah.
‘’Dapat juga mencegah pada dampak perubahan iklim dari sektor pertanian, ketahanan pangan, sehingga dapat mengganggu tatanan pertahanan,’’ ujar Dandim.
Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja SIK mengatakan, melalui komsos aparat dapat menjalin hubungan emosional dengan masyarakat.
Ronald juga mengatakan pentingnya berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, aparat diharapkan cepat tanggap dengan bentuk permasalahan dampak perubahan iklim yang berpotensi menjadi bencana alam di Kampar, bulan lalu curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kampar yang terkena dampak perubahan iklim seperti banjir.
Sementara itu, Asisten I Setda Kampar Ahmad Yuzar menegaskan pentingnya berkolaborasi antara forkopimda, pemerintah daerah dengan masyarakat. Dalam semangat kebangkitan nasional, juga menyoroti situasi di Indonesia yang dihadapkan pada persoalan perubahan iklim global yang mempengaruhi sektor pertanian yang mengakibatkan terancamnya ketersediaan pangan.
‘’Perlunya kita untuk melakukan penghijauan kembali di lokasi yang berpotensi terkena bencana, dan melakukan pencanangan pangan untuk ketersediaan bahan pokok dalam daerah,’’ ungkapnya.
Dia berharap, aparat pemerintah, forkopimda dengan masyarakat dapat menjalankan tanggung jawabnya masing-masing.(kom)
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…