Categories: Kampar

Ratusan Warga dan Aliansi Mahasiswa Dobrak Gerbang Kantor Bupati Kampar Tuntut Perbaikan Jembatan

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Ratusan warga  bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sungai Sarik serta Empat Kota Setingkai Lubuk Agung menggelar aksi demonstrasi dengan mendobrak gerbang Kantor Bupati Kampar di Bangkinang, Kamis (13/11).

Aksi tersebut menuntut Pemerintah Kabupaten Kampar segera memperbaiki Jembatan Sungai Sarik yang kondisinya kini lapuk dan membahayakan keselamatan warga.

Koordinator umum aksi, Putra Rahmat Ilahi, dalam orasinya menyampaikan bahwa jembatan penghubung antara Desa Sungai Sarik dan Empat Kota Setingkai itu sudah berada pada kondisi kritis.

’’Kayunya lapuk, besinya keropos. Jangan tunggu ada korban dulu baru pemerintah turun tangan,’’ tegasnya.

Selain menuntut percepatan pembangunan jembatan permanen, massa juga meminta transparansi anggaran proyek infrastruktur di Kecamatan Kampar Kiri yang dinilai tidak berjalan merata.

Massa menyatakan akan tetap bertahan hingga dapat bertemu langsung dengan pimpinan daerah. Perwakilan masyarakat, Heriyanto Sembiring, menegaskan bahwa jembatan itu merupakan satu-satunya akses utama warga menuju pasar dan pusat aktivitas ekonomi.

‘’Kami datang bukan untuk anarkis. Kami hanya ingin mengingatkan pemerintah agar segera memperbaikinya. Kalau jembatan itu putus, habis semua urusan masyarakat,’’ ujarnya.

Wabup Pastikan Anggaran Jembatan Masuk APBD 2026

Desakan massa akhirnya direspons Wakil Bupati Kampar, Misharti, yang turun langsung menemui para demonstran.

Dalam dialog terbuka, Misharti mengapresiasi warga yang telah menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Wakil Bupati memastikan bahwa pembangunan Jembatan Sungai Sarik menjadi prioritas dan sudah diputuskan masuk dalam anggaran APBD 2026.

‘’Pemerintah Kabupaten Kampar tidak menutup mata. Aspirasi ini akan kami bahas bersama dinas terkait agar solusi segera dirumuskan. Pembangunan jembatan Sungai Sarik akan dilakukan pada tahun anggaran 2026,’’ janji Misharti di hadapan massa.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas serta mempercayakan penyelesaian permasalahan melalui mekanisme resmi pemerintahan.

‘’Aspirasi ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Pemerintah hadir untuk rakyat,’’ tutupnya.(kom)

Redaksi

Recent Posts

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

2 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

2 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

2 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

2 hari ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

2 hari ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

2 hari ago