innalillahi-dua-pemudik-riau-ke-sumbar-yang-tenggelam-ditemukan-tewas
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Niat hati ingin menghindari posko pembatasan mudik di jalur darat Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat (Sumbar) dekat Desa Tanjung Alai, tiga pemudik yang memilih jalur sungai via Desa Tanjung, malah bernasib naas.
Dilaporkan tenggelam di Sungai Taluak Subanio, Nagari Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, Sumbar pada Rabu (12/5/2021) malam, dua korban ditemukan Jumat (14/5/2021) pagi ini dalam kondisi tidak bernyawa di wilayah XIII Koto Kampar, Riau.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kampar Muhammad melaporkan dua dari ketiga korban tenggelam sudah berhasil ditemukan pagi tadi oleh Tim Gabungan Kampar-Sumbar. Dua korban yang sudah ditemukan, Rajis Dikomira dan Fadil Irsandi. Mereka ditemukan jauh ke hilir dari lokasi pertama kalinya dilaporkan terbawa arus dan menghilang di Muara Peti. Mereka ditemuman di sekitar Candi Muara Takus.
''Jenazah korban tenggelam dengan nama Rajis Dikomira telah ditemukan pagi ini dan jenazah telah diserahkan oleh Camat Koto Kampar Hulu kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Painan, Sumatera Barat. Sementara korban Fadil Irsandi ditemukan masyarakat di sungai sekitar Candi Muara Takus,'' jelas Muhammad.
Kisah pilu ini bermula dari upaya empat perantau asal Sumbar ingin tetap mudik setelah ada larangan dan penjagaan ketat di perbatasan. Keempatnya nekad menempuh jalur sungai. Jalur sungai ini memang cukup populer pada masanya, terutama pada era kolonial, namun kini sudah tidak lagi populer bahkan jarang dilewati kecuali untuk tujuan wisata.
Sungai di mana perahu para pemudik tenggelam bermuara ke Sungai Kapur, Sungai yang tidak begitu besar tapi berarus deras. Sungai ini bermuara pula ke Sungai Kampar di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu.
Sungai Kapur ini sendiri melewati perbukitan dan hutan lebat bukit barisan di sisi Riau maupun Sumbar yang kini dilewati hanya untuk tujuan wisata. Di sisi Riau, tepatnya Desa Tanjung, setidaknya ada dua spot air Terjun yang tidak jauh dari pinggir Sungai Kapur. Ada Air Terjun Batu Hidung dan Air Terjun Putri Kayangan.
Sejak menghilangnya tiga pemudik itu, Tim Gabungan Kabupaten Kampar dan Provinsi Sumbar terus melakukan pencarian. Tim Gabungan ini menurunkan 3 Unit perahu karet, 8 unit perahu masyarakat, 3 unit perahu masyarakat Muaro peti, serta 1 unit perahu Basarnas Sumbar. Dikomandoi Camat Koto Kampar Hulu A Begab. Tim pencarian dari Kampar terdiri dari Tim Tagana, BPBD Kampar dan sejumlah masyarakat Desa Tanjung. Turut ambil bagian, Basarnas Pekanbaru.
Laporan: Hendrawan Kariman (Bangkinang)
Editor: E Sulaiman
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.
Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu
Empat tim juara Regional Riau memastikan tiket ke Piala Dunia Anak Indonesia 2026 tingkat nasional…
Pemkab Kepulauan Meranti membantah menerima Dana Reboisasi Rp23,15 miliar dan menegaskan hal itu tidak sesuai…
Dinas PUPR Kampar memperbaiki lebih dari 10 titik jalan di Bangkinang dan Bangkinang Kota demi…
Pemkab Siak membagikan 49.360 seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP di 294…