Asisten II Setdakab Inhil Junaidi (kanan) mengikuti rakor pengendalian inflasi bersama Mendagri Muhammad Tito Karnavian secara virtual, beberapa hari lalu. (DISKOMINFO INHIL UNTUK RIAUPOS.CO)
TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Perlu penanganan serius dan seksama antar banyak pihak dalam pengendalian inflasi yang ada di daerah.
Maka itu pemerintah daerah mesti mengikuti instruksi pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebagaimana telah diselenggarakannya rapat koordinasi (rakor) beberapa hari lalu.
‘’Pada dasarnya kita siap menjalankan perintah-perintah pemerintah pusat dalam pengendalian inflasi,’’ kata Asisten II Setdakab Inhil Junaidi, saat mengikuti rakor tersebut. Rakor pengendalian inflasi secara virtual saat itu dipimpin langsung Mendagri Muhammad Tito Karnavian bersama pihak terkait.
Mendagri menyampaikan bahwa tingkat inflasi nasional yang terus bergejolak meningkat. Komoditas dengan kontribusi inflasi terbesar adalah bahan pangan.
Maka itu, salah satu kunci terkendalinya inflasi secara nasional, dikatakan Mendagri, adalah dengan menjaga stabilitas stok dan harga pangan.
Dimana, sambung Junaidi, berdasarkan keterangan Mendagri, yang melaporkan secara nasional jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan dari IPH naik 21 persen. Adapun sebagian besar kenaikan IPH terjadi di wilayah luar Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kendati demikian perlu adanya kolaborasi agar tidak terjadi ke seluruh wilayah.(hen)
Laporan INDRA EFENDI, Tembilahan
Keterlambatan pasokan BBM ke Pulau Bengkalis menyebabkan antrean panjang di SPBU. Warga juga mengeluhkan mahalnya…
Seekor bayi Gajah Sumatera betina lahir sehat di Taman Nasional Tesso Nilo. Kelahiran ini menambah…
Belanja pegawai Kepulauan Meranti mencapai 34,37 persen dari APBD. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius…
Bupati Bengkalis Kasmarni menegaskan SPMB 2026/2027 harus bebas titipan, jual beli kursi, pungli, dan penyalahgunaan…
GMKR Riau resmi dideklarasikan di Pekanbaru dengan agenda pengembalian kedaulatan rakyat serta sorotan terhadap pengaruh…
Harga Pertamax naik hingga Rp16.250 per liter memicu lonjakan antrean Pertalite di SPBU Pangkalan Kerinci,…