Categories: Indragiri Hilir

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Kondisi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dinilai sudah tidak layak digunakan. Akibatnya, seorang warga terpaksa melahirkan di kantor desa karena fasilitas kesehatan tersebut tidak dapat difungsikan.

Warga yang melahirkan tersebut diketahui bernama Fitri (19), berasal dari keluarga kurang mampu. Dalam kondisi darurat, keterbatasan ekonomi serta rusaknya bangunan Pustu membuat proses persalinan tidak memungkinkan dilakukan di fasilitas kesehatan.

Menurut keterangan warga setempat, kerusakan bangunan Pustu sudah terjadi cukup lama. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan serius dan tidak lagi memenuhi standar sebagai tempat pelayanan kesehatan.

“Bangunannya sudah lama rusak dan tidak layak. Kalau masih bisa digunakan, tentu warga tidak sampai melahirkan di kantor desa,” ujar seorang warga.

Selain kondisi bangunan, warga juga menyebutkan keterbatasan ekonomi menjadi kendala lain. Biaya persalinan di bidan praktik mandiri tidak mampu ditanggung oleh keluarga pasien.

“Ini sangat memprihatinkan. Fasilitasnya ada, tapi bangunannya tidak bisa digunakan,” tambah warga tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Patah Parang, Dedi Suandi, membenarkan adanya persalinan warga di kantor desa. Ia mengatakan, sebelum proses persalinan, pihak keluarga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa.

“Benar, sebelum persalinan pihak keluarga sudah berkoordinasi dengan kami. Bersama perangkat desa, kami mengambil keputusan melahirkan di kantor desa. Kalau tidak salah, lahirnya Kamis kemarin. Alhamdulillah, ibu dan bayi dalam keadaan sehat,” ujar Dedi kepada Riaupos.co, Jumat (6/2/2026).

Terkait kondisi bangunan Pustu, Dedi mengakui bangunan tersebut memang sudah tidak layak digunakan. Ia menyebutkan, usulan perbaikan telah beberapa kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menurutnya, pada tahun 2026 bangunan Pustu Desa Patah Parang telah masuk dalam rencana perbaikan oleh pemerintah kabupaten.

“Fasilitasnya ada, hanya bangunannya yang rusak. Untuk perbaikan memang menunggu dari pemerintah kabupaten. Alhamdulillah, tahun ini sudah mendapatkan bantuan perbaikan,” katanya.

Dedi juga menjelaskan, jarak tempuh dari Desa Patah Parang menuju Puskesmas Sungai Batang membutuhkan waktu sekitar satu jam menggunakan kapal motor atau pompong.

“Sambil menunggu perbaikan, kami sepakat mengontrak rumah warga untuk dijadikan Pustu sementara. Jika harus ke puskesmas, warga tentu membutuhkan biaya tambahan. Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” tutupnya. (*2)

Redaksi

Recent Posts

51 Peserta Daftar Calon Pimpinan Baznas Riau Periode 2026–2031, Ini Tahapan Seleksinya

Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…

14 jam ago

Rida K Liamsi Disebut Terima Gaji Rp200 Juta, Ini Kesaksian Dirut Riau Pos

Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…

14 jam ago

115 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Indragiri Hulu Tertinggi dan Udara Pekanbaru Tidak Sehat

BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…

15 jam ago

Houthi Serang Tiga Kota Arab Saudi dengan Rudal dan Drone, 13 Warga Terluka

Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke tiga kota Arab Saudi. Sebanyak 13 warga terluka…

15 jam ago

Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Petugas

Disdukcapil Pekanbaru mengingatkan warga waspada penipuan online yang mencatut nama petugas dan meminta data pribadi…

15 jam ago

Sindikat SIM Palsu di Siak-Pekanbaru Terbongkar, 8 Tersangka Diamankan

Polres Siak membongkar sindikat SIM palsu lintas wilayah. Delapan tersangka diamankan, 48 blangko SIM bekas…

18 jam ago