BMKG
PADANG (RIAUPOS.CO) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kondisi cuaca di Kota Padang dan sejumlah daerah di Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir cenderung berubah-ubah. Meski wilayah ini masih berada dalam pengaruh fenomena El Nino yang identik dengan cuaca panas dan kering, potensi hujan tetap cukup tinggi karena dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer yang masih aktif.
Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan pada Juli 2026 Sumatera Barat masih berada dalam kondisi El Nino. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan peluang terjadinya hujan.
Menurut Yudha, pola angin baratan dan suhu muka laut yang hangat di sekitar Samudera Hindia masih menjadi sumber pasokan uap air bagi wilayah Sumatera Barat. Kondisi tersebut diperkuat oleh gangguan cuaca ekuatorial, seperti Gelombang Kelvin dan daerah pertemuan angin atau konvergensi yang memicu pertumbuhan awan konvektif.
“Faktor-faktor tersebut masih mendukung terjadinya pertumbuhan awan hujan meskipun saat ini masih berada dalam kondisi El Nino,” ujar Yudha, Sabtu (18/7).
Ia menjelaskan, cuaca panas yang dirasakan masyarakat pada siang hari dipengaruhi tingginya intensitas penyinaran matahari. Kondisi ini kemudian dapat memicu pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari sehingga perubahan cuaca terjadi dalam waktu relatif singkat.
Perubahan suhu yang cepat dari kondisi panas menuju hujan, kata Yudha, dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan ringan bagi sebagian masyarakat.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan yang disertai petir dan kilat. Risiko sambaran petir perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka atau menggunakan peralatan elektronik.
“Apabila terjadi hujan disertai petir, masyarakat diimbau segera mencari tempat yang aman dan menghindari aktivitas di area terbuka,” katanya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, peluang hujan diprakirakan mulai berkurang pada periode 20 hingga 23 Juli 2026. Meski demikian, masyarakat tetap diminta memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas dan menyesuaikan rencana kegiatan apabila terdapat peringatan dini cuaca ekstrem.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kecukupan cairan tubuh saat cuaca panas, mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari jika tidak mendesak, serta mewaspadai tanda-tanda perubahan cuaca seperti langit yang mulai gelap.
BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar maupun berada di dekat baliho atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang karena dapat membahayakan keselamatan.(yud/rpg)
Kebakaran melanda SPBU Hang Tuah Ujung Pekanbaru. Sebuah mobil dan satu pompa BBM hangus, sementara…
Dalam sidang pledoi, Abdul Wahid membantah dakwaan KPK, menolak tuduhan menerima uang dan menyebut perkaranya…
Tim SAR Gabungan menemukan Ajib yang diduga diterkam buaya di Muara Sungai Mampu, Dumai, dalam…
Astra Daihatsu SM Amin Pekanbaru menghadirkan undian berhadiah All New Ayla, motor dan smartphone untuk…
Abrasi menerjang Kuala Enok, Inhil, merusak tujuh rumah, pelabuhan dan jalan jerambah. BPBD mengimbau warga…
Diva, siswi SMKN 1 Teluk Kuantan, berhasil lolos ke Top 42 Dangdut Academy 8 dan…