Categories: Bengkalis

Musnahkan BB dari 481 Perkara

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis memusnahkan barang bukti (BB) dari 481 perkara  tindak pidana umum dan tindak pidana khusus yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht)  dalam putusan pengadilan.

Pemusnahan berlangsung di halaman Kantor Kejari Bengkalis, Selasa (22/3) dipimpin  Kajari Bengkalis dan dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis, Kapolres Bengkalis yang diwakili Kasat Bimas Iswanto Wibowo  dan Kasat Narkoba Tony Armando, Kepala Dinas Kesehatan  Bengkaslis yang diwakili Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Irawadi SKM MPH dan Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan)  Bengkalis yang diwakili Bendahara Rupbasan Endah Prasetiyo Ningsih SE.

Kajari Bengkalis Rahmad Budiman melalui Kasi Intel Isnan SH  menjelaskan, pemusnahan tersebut dilakukan setelah proses hukum tetap dan sudah inkrah. "Ada beberapa jenis barang bukti dari 481 perkara dari tahun 2021 yang sudah putus dalam persidangan dan hari ini kita lakukan pemusnahan," ujarnya.

Ia menjelaskan, dari 481 perkara didominasi dengan tindak pidana narkotika sebanyak 239 perkara, 57 dari perkara orang dan harta benda, dan 95 dari perkara keamanan negara dan ketertiban umum.

Adapun barang bukti yang di musnahkan berasal dari 481perkara dengan rincian, barang bukti perkara narkotika sebanyak 329 perkara. Terdiri dari  narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1.300.556  gram, narkotika jenis daun ganja kering sebanyak  39,7 gram, narkotika jenis pil sebanyak 464  butir.

"Pemusnahan barang bukti narkotika kita musnahkan dengan cara di belender dan untuk handphone sendiri kita musnahkan dengan cara diketuk menggunakan palu kemudian kita bakar bersama barang bukti lainnya," ujarnya.

Dijelaskannya, barang bukti perkara Oharda (pencurian, pemerasan, penadahan, penggelapan, penganiayaan dan pembunuhan) dan barang bukti perkara Kamnegtibum (pencabulan, pembunuhan, Imigrasi, ITE, pengeroyokan, perdagangan, perjudian, uang palsu, pelayaran, pencegahan dan pemberantasan, pemberantasan tindak perusakan hutan, perdagangan orang.

Diterangkan Isnan, ada juga barang bukti dari kerusakan lingkungan akibat pertambangan, perlindungan pengelolaan dan lingkungan hidup), antara lain, senjata tajam pakaian bekas, tas, dompet, kunci T, kunci serep, helm, tali, topi, ATM, karung/ terpal, kayu, kartu remi, dadu, spanduk, pelampung, uang palsu dan keranjang, serta berbagai barang lainnya yang digunakan atau hasil kejahatan.

"Dalam kegiatan pemusnahan barang bukti ini turut juga dimusnahkan handphone berbagai merek dan tipe sebanyak 329 unit yang berasal barang bukti perkara narkotika, perkara Oharda dan perkara Kamnegtibum dan TPUL," ujarnya.(ksm)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

2 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

2 hari ago