DEKLARASI: Bupati Bengkalis Amril Mukminin memimpin deklarasi zero karhutla di ruang rapat Dang Merdu Kantor Bupati Bengkalis, Selasa (17/12/2019). (Erwan sani/riau pos)
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Bupati Bengkalis Amril Mukminin memimpin deklarasi zero kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2020.
Deklarasi tersebut dilaksanakan sebelum Bupati Bengkalis membuka rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di ruang rapat Dang Merdu Kantor Bupati Bengkalis, Selasa (17/12).
Deklarasi zero karhutla tersebut diikuti Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto, Dandim 0303 Bengkalis Timmy Prasetyo Harmianto, Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti, Ketua DPRD yang diwakili Wakil Ketua Komisi I H Arianto, Kalaksa BPBD Tajul Mudarris.
Kemudian, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtimbmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), perwakilan dari masing-masing perusahaan di Kabupaten Bengkalis serta anggota BPBD.
Adapun isi dari zero karhutla tersebut yakni, "Kami forkopimda dan seluruh elemen masyarakat serta pelaku usaha Kabupaten Bengkalis menyatakan dan siap mendukung Riau bebas asap 2020".
Bupati Amril Mukminin mengatakan, berdasarkan data penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis sejak awal Januari 2019 sampai dengan Desember 2019 ini, jumlah titik api dan luas lahan yang terkena bencana kebakaran hutan dan lahan bervariasi, yang cukup parah yakni Kecamatan Rupat.
Lanjut Amril, melalui rakor ini tentunya diharapkan dapat terwujud perencanaan yang matang di bidang penanggulangan bencana serta terjalinnya hubungan dan sinergi yang harmonis antara Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bengkalis bersama pihak kecamatan maupun stakeholder lainnya.
"Kita memiliki kewajiban untuk mendukung rencana Pemerintah Provinsi Riau Menuju Riau Bebas Asap 2020, hal tersebut sebagai implementasi atas pesan khusus Presiden Republik Indonesia," kata Bupati Bengkalis.
Amril menegaskan kepada peserta rakor bahwa pada 2020 jangan ada kembali karhutla yang tidak bisa ditangani dan dikendalikan. "Semua harus bersinergi, pemerintah, maupun masyarakat dari sekarang sudah mempersiapkan diri, mengingat karhutla merupakan ancaman besar bagi negara dan daerah," tutur Amril lagi.
Hadir dalam acara Asisten Pemerintahan Hj Umi Kalsum, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Heri Indra Putra, Asisten Administrasi Umum H Tengku Zainuddin, Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Haholongan. (kom)
Laporan ERWAN SANI, Bengkalis
Padati Bike Community Pariaman mengirim tiga goweser untuk ikut Riau Pos Fun Bike 2026, mendukung…
Aksi penjambretan di Bukit Raya berujung maut. Korban tewas saat mempertahankan tas, dua pelaku diamankan…
Kennedy dan Melissa resmi dinobatkan sebagai Koko Cici Riau 2026 dalam grand final di Mal…
Roadshow Kopi Good Day Goes to School kembali digelar di SMAN 6 Pekanbaru dan disambut…
Museum Sang Nila Utama Pekanbaru resmi ditetapkan sebagai museum Tipe B oleh Kementerian Kebudayaan RI…
BPBD Siak, polisi, dan BBKSDA memastikan video dugaan serangan harimau di Kandis adalah hoaks dan…